RABU , 12 DESEMBER 2018

BPOM Sita 17 Karton Kosmetik Berbahaya

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

doelbeckz

Jumat , 30 September 2016 10:39
BPOM Sita 17 Karton Kosmetik Berbahaya

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar berhasil menggagalkan peredaran 17 karton kosmetik mengandung zat kimia. Kosmetik berbahaya ini rencananya akan dipasarkan di beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala BPOM, Muhammad Guntur, membenarkan adanya sejumlah alat kosmetik berbahaya yang tidak mempunyai surat izin edar itu. “Barang ilegal ini disita sejak, awal pekan dalam Operasi Gabungan Nasional. Informasi keberadaan barang berbahaya ini diperoleh di media sosial yang dijual melalui online,” ujar Guntur diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (30/9).

Kosmetik berbahaya tersebut ditemukan di tiga titik, dua diantaranya di Makassar yakni di Jl AP Pettarani dan Jl Sultan Alauddin. Lokasi penemuan ketiga di Kabupatem Gowa. Dari tiga lokasi tersebut, disita sebanyak 17 karton alat kosmetik yang siap edar.
Kepala Seksi Penyidikan, BPOM Makassar, Madania Waris mengatakan, pihaknya belum memeriksa secara keseluruhan berapa jumlah satuan kosmetik, obat dan makanan yang disita.

“Kosmetik ini diduga mengandung zat berbahaya seperti zat merkuri serta tidak memiliki ijin edar. Namun, itu akan kami periksa kembali,” katanya.

Madania membeberkan, jenis produk yang kebanyakan disita, yakni kosmetik jenis cream, handbody, dan pembersih muka.

“Semua kosmetik yang kami sita karena tidak memiliki izin edar. Dan yang kami temukan di lapangan juga sangat mengagetkan. Karena mereka nekat mencantumkan nomor register yang dipastikan fiktif atau palsu,” katanya.

Jika terbukti bersalah, pemilik dikenakan Pasal 197 tentang UU Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. (***)


div>