RABU , 13 DESEMBER 2017

BPOM Sulsel Sosialisasi Fortifikasi Pangan Kepada Pelaku Usaha Makanan di Pangkep

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Kamis , 26 Oktober 2017 18:13
BPOM Sulsel Sosialisasi Fortifikasi Pangan Kepada Pelaku Usaha Makanan di Pangkep

Kepala Seksi Sertifikasi BPOM Sulsel, Andi Paluseri saat memberikan penjelasan terkait fortifikasi makanan, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Pangkep, Kamis (26/10).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Balai Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar sosialisasi pangan fortifikasi, di Aula Dinas Kesehatan, Pangkep, Kamis (26/10).

Kepala Seksi Farmasi dan BPOM Pangkep, Rahbiati mengatakan kegiatan sosialisasi pangan ini berkaitan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan.

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga dikhususkan kepada masyarakat agar dapat lebih dan memahami serta mengerti terkait fortikasi pangan.

“Jadi fortifkasi ini semacam penambahan mikronutrien, berupa vitamin pada makanan. Ini yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat jangan sampai nutrisinya tidak tepat guna” kata Rahbiati.

Ia menambahkan, program pangan fortifikasi ini merupakan program lintas sektor Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Pemerintah Daerah.

“Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) ini wajib dilaklukan terhadap pangan fortifikasi terdapat dalam garam beryodium atau garam konsumsi, tepung terigu, dan minyak goreng sawit,” jelasnya.

Menurut Rahbiati, sosialisasi tersebut menghadirkan para pelaku usaha, perwakilan kelurahan, dan ibu rumah tangga. Ia berharap sosialisasi tersebut dapat menambah pengetahuan tentang keamanan gizi pada makanan.


div>