JUMAT , 25 MEI 2018

BPOM Tarik 27 Produk Makarel Mengandung Cacing

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 03 April 2018 14:45
BPOM Tarik 27 Produk Makarel Mengandung Cacing

Tim menemukan cacing dalam ikan kaleng merek Jojo di sebuah toko di Tembesi. F. Dalil Harahap/Batam Pos/jpg

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulsel telah menarik 27 produk makarel (ikan kaleng) yang mengandung parasit cacing, termasuk makarel ikan yang beredar di Sulsel. 27 produk makarel tersebut terdiri dari 16 produk impor, dan 11 produksi dalam negeri.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulsel, Hamka Hasan, mengungkapkan, temuan awal sebenarnya di Pekanbaru, dengan tiga item produk ikan makarel positif mengandung cacing. Dari temuan itu, kemudian dikembangkan untuk dilakukan pengujian di seluruh Balai POM di Indonesia, dan hasil temuan tersebut ada 27 merek produk ikan makarel yang mengandung cacing.

“Dari 27 merek tersebut, ada 16 merek impor dan 11 diantaranya merek produk lokal,” ungkap Hamka, Senin (2/4).

Khusus di Sulsel, dirinya telah memerintahkan kepada distributor untuk melakukan penarikan terhadap produk yang telah beredar.

“Yang jelas kami di daerah, khususnya Sulsel, sudah memerintahkan ke distributor untuk melakukan penarikan terhadap produk tersebut,” jelasnya.

BPOM di Makassar terus melakukan pemantauan dan kontroling sudah sejauh mana penarikan, hingga pemusnahan dilakukan.

“Untuk kami, setiap hari dan setiap waktu terus memantau dan kami juga menurunkan tim ke lapangan untuk memantau proses penarikan ini,” pungkasnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan sampling dan pengujian, serta pengawasan terhadap merek-merek lain. Jangan sampai, ada juga yang terindikasi.

“Ini ikan makarel positif cacing yang namanya anisarkis. Cacing anisarkis ini sebenarnya kalau dalam proses pemanasan di 70 derajat celcius itu sudah mati. Biasanya dalam proses pengalengan dipanaskan atau disterilkan sampai dengan 129 derajat celcius,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar teliti dalam membeli makanan. Memeriksa kemasan, label, hingga izin edarnya.

“Seluruh BPOM melakukan pengujian terhadap makanan ikan kaleng dari berbagai jenis, dan ini kita lakukan beberapa pekan lalu,” imbuhnya.

Sementara, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Makassar, Ikhsan NS, mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan seluruh produk pangan yang dijual di swalayan atau pasar tradisional. Tidak hanya makarel ikan kaleng yang mengandung cacing, yang heboh belakangan ini.

“Kami rutin imbau pedagang untuk lebih teliti, lebih selektif untuk menjual produk makanan yang dikonsumsi langsung masyarakat,” kata Ikhsan.

Pihaknya juga menunggu koordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi untuk intens ke lapangan, dan intens mengimbau pedagang menarik produk makarel yang diindikasikan mengandung parasit cacing. (*)

 


div>