SENIN , 19 NOVEMBER 2018

BPOM Tingkatkan Pengawasan Makanan Khusus SD

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 23 Maret 2017 11:17
BPOM Tingkatkan Pengawasan Makanan Khusus SD

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Adanya temuan permen berbentuk dot yang diduga mengandung narkotika beberapa waktu lalu di Kota Parepare, kini Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Wilayah Sulsel melakukan uji laboratorium dengan hasil negatif.

“Kebetulan gula-gula itu memang produk dari Tiongkok, namun produknya tidak terlalu banyak, setelah dilakukan uji lab yang diduga mengadung narkotika ternyata hasilnya negatif,” kata Dr H Muhammad Guntur, Kepala BPOM Sulsel diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (23/3).

Kendati demikian, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap produk dari luar negeri tersebut. Karena gula-gula yang berbentuk dot tersebut lebih banyak disukai oleh anak-anak khususnya yang masih SD.

“Kita tetap terus melakukan monitoring di 24 kabupaten kota di Sulsel, jangan sampai ada prodak yang sejenisnya yang tidak terdaftar,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Layanan Informasi Konsumen BPOM, Nurtati Rahman, mengatakan, jika pihaknya saat ini membuat program pencegahan terhadap makanan yang diduga mengandung zat narkotika.

“Secara rutin kita melakukan sosialisasi dan khusus tahun ini kita prioritaskan SD, karena kan siswa SD belum bisa membedakan mana makan yang berbahaya dan tidak,” katanya.

Bahkan pihaknya telah melakukan sosialisasi di SD Islam Al Azhar Makassar. “Baru-baru ini kita sudah mengunjungi SD Al Azhar, dan berlanjut ke sekolah-sekolah yang lain baik itu SD Mangonsidi, dan Athirah,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Dalam penyuluhan tersebut, pihaknya mengumpulkan seluruh siswa, guru hingga para penjual jajanan makanan yang ada di sekitar sekolah tersebut.

“Nanti kita akan memberikan penyuluhan kepada kantin-kantin sekolah dan siswa, kita usahakan tahun ini bisa merata di seluruh kabupaten kota di Sulsel,” ungkapnya. (***)


div>