MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

BPS Sebut Kondisi Ekonomi Konsumen Belum Membaik

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Februari 2018 11:00
BPS Sebut Kondisi Ekonomi Konsumen Belum Membaik

RILIS BPS. Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Sulsel, Didik Nursetyohadi (kedua kiri) saat press conference soal pertumbuhan ekonomi dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulsel di Kantor BPS Sulsel di Jl Haji Bau, Makassar, Senin (5/2). Foto: rusman/rakyatsulsel

– ITK Sulsel Triwulan I 2018 Diprediksi Rendah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi Sulsel berjalan lebih baik pada triwulan IV 2017 yang ditandai dengan tingginya Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 103,32. Ini membuktikan optimisme konsumen terhadap perekonomian Sulsel relatif stabil.

Namun, ITK pada triwulan I 2018 diprediksi senilai 97,87 masuk kategori rendah karena berada di bawah nilai 100, sehingga kondisi ekonomi konsumen dianggap belum membaik.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulsel, Didik Nursetyohadi di Kantor BPS Sulsel Jl Haji Bau, Makassar, Senin (5/2) kemarin, menjelaskan, meskipun tingkat optimisme pada triwulan IV lebih rendah dari triwulan sebelumnya pada tahun yang sama.

“Memang ada penurunan optimisme konsumen di Sulsel pada triwulan IV dibandingkan triwulan sebelumnya, karena tiga faktor pembentuk ITK. Tapi nilainya masih tetap di atas 100,” bebernya.

Kondisi yang sama terjadi pada seluruh provinsi di Sulawesi relatif meningkat berkat sentimen konsumen yang turut membaik.

Didik memprediksi ITK Sulsel pada triwulan I 2018 hanya sebesar 97,87. Hal ini menandakan kondisi ekonomi konsumen triwulan ini belum membaik dari triwulan terakhir 2017.

Didik menilai, rendahnya ITK Sulsel pada 2018 akibat sikap kehati-hatian konsumen yang masih memgamati perkembangan ekonomi. ITK yang menjadi gambaran indeks kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan triwulan berikutnya.

Sedangkan nilai ITK menjadi barometer derajat optimisme kestabilan ekonomi yang ditunjukkan perilaku konsumen dalam menyimpan dan membelanjakan pendapatan rumah tangganya.

Ketiga pembentuk ITK pada 2017 adalah pendapatan rumah tangga, volume konsumsi barang dan jasa serta inflasi.

Pada triwulan IV 2017, faktor inflasi yang rendah pada level 0,10 persen mendominasi konsumsi konsumen. Sebab tidak berdampak pada tingkat pengeluaran rumah tangga atau indeks volume konsumsi masih lebih baik dari sebelumnya.

Prediksi ini juga mengacu pada ITK nasional pada triwulan I 2018 yang berada pada nilai 101,35 yang mengalami penurunan dibandingkan triwulan IV 2017.

Meskipun ITK Sulsel diprediksi rendah pada triwulan I 2018, tetapi BPS Sulsel tetap optimistis atas membaiknya pertumbuhan ekonomi Sulsel berkat pera aktif pemerintah daerah yang cukup responsif.

Pada 2017, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,23 persen atau lebih tinggi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,07 persen. (*)


div>