SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Brigade Anti Macet Telat Tiga Bulan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 Juli 2018 12:55
Brigade Anti Macet Telat Tiga Bulan

Ilustrasi macet.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Makassar (Pemkot) Makassar untuk mewujudkan Kota Makassar bebas macet dengan menempatkan personel Dinas Perhubungan (Dishub) di setiap Kecamatan kembali stagnan dari target Maret rampung.

Humas Dishub Kota Makassar, Aziz Sila, mengatakan, penempatan brigade anti macet sudah dilakukan di dua kecamatan, meski belum rampung dari 14 kecamatan yang ada di Makassar.

“Ini wacana (Brigade Anti Macet) dari Pak Wali (Wali Kota), ini adakan sudah koordinasi dari Kecamatan Tamalate dan Ujung Pandang. Setelah pilkada baru akan dibahas kembali,” ucap Aziz, Senin (9/7) kemarin

Aziz mengakui, meski demikian, pihaknya tetap fokus pada penanganan titik macet yang kerap terjadi di beberapa jalan Kota Makassar.

“Kalau kendala tidak ada, karena kita sudah sesuai dengan tupoksi Dishub yakni mengatur kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.

Aziz menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan jumlah personel yang akan di Bawah Kendali Operasi (BKO) ke kecamatan dan hal tersebut menunggu arahan dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

“Ini kan wacara khusus Pak Wali (Wali Kota), jadi ini sudah dipikirkan melalui perencanaan, sisa pelaksanaannya seperti apa itu kita tunggu,” katanya

“Kita akan lihat per kecamatan, berapa yang mereka butuhkan,” tambahnya

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Rappocini, Sulyadi PSG, mengatakan, pihaknya akan duduk bersama dengan instansi terkait tentang penempatan Brigade Anti Macet di setiap kecamatan. Pasalnya, pihaknya ingin memetakan lokasi yang dianggap membutuhkan brigade dari Dishub tersebut.

“Harus duduk bersama, bicara kemacetan jangan sampai dibebankan keseluruhan ke kecamatan. Karena fokus kecamatan sudah terarah pada pelayanan sistematis untuk kelurahan yang ada di Rappocini,” jelasnya.

Sulyadi mengatakan, ada beberapa jalan yang diindikasi jadi biang macet di wilayah kecamatan Rappocini, seperti di depan Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) dan perbatasan Kabupaten Gowa-Makassar.

“Lokus di sini yang macet itu di sekitaran kampus, nanti kita duduk bersama karena Brigade Anti Macet inikan punya Dishub yang dilempar ke kita, tapi kita akan bahas bersama dulu,” ujarnya.

“Jumlah personel nanti kita lihat dulu, Rappocini kan luas. Selain itu, jangan sampai di bebankan gajinya kepada kecamatan,” cetusnya.

Diketahui, jumlah personel Brigade Anti Macet Dinas Perhubungan yang mengatur arus lalu linta di Kota Makassar mencapai 285 personel yang dibagi atas beberapa wilayah yang dianggap macet. (*)


div>