SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Briptu Chaswan Divonis 10 Tahun

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 15 Desember 2016 09:22
Briptu Chaswan Divonis 10 Tahun

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terdakwa kasus penembakan anggota TNI Kompi Senapan B Yonif 721/ Kodim 1401 Majene, Prada Yuliadi, Briptu Chaswan Abdullah divonis 10 tahun penjara.

Chaswan menjalani sidang pembacaan putusan di Pendadilan Negeri Makassar, Rabu (14/12).

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Kristijan mengatakan, terdakwa terbukti melakukan penembakan yang menyebabkan Praka Yuliadi meninggal. Dengan demikian, terdakwa terbukti melanggar pasal 338 KUHP pidana yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kristijan menjelaskan, terdakwa tidak seharusnya menempak korban yang saat itu hendak menikam terdakwa. Seharusnya, terdakwa hanya melumpuhkan korban atau menangkis atau merembut sangkur milik Praka Yuliadi saat diserang.

“Dengan ini kami memutuskan jika Briptu Chaswan Abdullah terbukti bersalah. terdakwa juga telah mengakui perbutanya selama persidangan. Maka kami jatuhi hukuman sepuluh tahun kurungan penjara,” ungkap Kristijan diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (15/12).

Vonis terhadap Chaswan lebih ringan dua tahun jika dibandingkan tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut 12 tahun penjara.

Menanggapi itu, Pengacara Chaswan Abdullah, Amrullah langsung mengambil sikap.

[NEXT-RASUL]

Ia mengaku, akan melakukan banding dengan sejumlah pertimbangan. Mulai dari terdakwa menjalankan tugas sebagai anggota Polres Polman hingga menyelamatkan nyawa sendiri.

“Kami menyatakan banding dengan beberapa perimbangan, dalam kesaksian para saksi dalam persidangan tidak susai dengan fakta, apa lagi terdakwa menjalankan tugas dan hukumanya saya anggap sangat berat,” ungkapnya.

Sementara, JPU, Rahmawati Azis, mengatakan, vonis yang dijatuhkan majelis hakim sudah setimpal dengan perbuatannya. “Itu sudah sesuai,” katanya.

Terkait rencana banding pihak Chaswan, Rahmawati mengaku, akan berkoordinasi dengan pimpinan.

Sebagai informasi, peristiwa penembakan ini terjadi akhir Agustus 2015 lalu, di sebuah arena balapan yang diselenggarakan Pemkab Polman. Dalam arena tiba-tiba terjadi perseteruan anatara oknum TNI dan polisi yang berujung pada penembakan seorang anggota TNI. (***)


div>