SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Bro Rivai Satu-satunya Bacagub Hadiri Reuni IKA Unhas

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 26 Maret 2017 15:57
Bro Rivai Satu-satunya Bacagub Hadiri Reuni IKA Unhas

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) ‎menggelar jalan santai dan tudang sipulung dalam rangka memperingati ulang tahun ke 54 IKA Unhas, Minggu (26/3).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Serbaguna, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu, DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi (Bro Rivai) adalah satu-satunya Bakal Calon Gubernur (Bacagub) yang hadir.

Terkait kehadiran pakar kemaritiman itu, Ketua Harian IKA Unhas, Prof Dr Idrus Paturusi‎ menegaskan IKA Unhas netral dalam prosesi Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Pasalnya, Bro Rivai bukan satu-satunya alumni yang diproyeksikan bakal berkompetisi, dua bakal calon lainnya seperti Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang dan Bupati Bantaeng, Prof Dr Nurdin Abdullah juga merupakan alumni.

“‎Tadi saya sudah sampaikan dalam sambutan bahwa IKA tidak diperkenankan untuk berpolitik praktis. Terlepas dari ada beberapa alumni kita yang maju di Pilgub nanti, tapi sejauh ini dari IKA Unhas tidak ada yang kita khususkan (untuk didukung). Pak JK (Jusuf Kalla-Ketua Umum IKA Unhas) juga mengatakan seperti itu,” ungkap Idrus yang juga mantan Rektor Unhas ini saat diwawancarai via seluler.

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar seminar untuk merumuskan kriteria calon pemimpin yang dibutuhkan Provinsi Sulsel ke depan. Seminar ini akan menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai sektor guna menetapkan kriteria pemimpin seperti apa yang cocok bagi pembangunan Sulsel ke depan.

“Mungkin satu dua bulan ke depan seminar itu kita gelar di Makassar. Hasil seminar nantinya akan kita publikasikan kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengira-ngira siapa gerangan yang cocok untuk memimpin Sulsel selama 5 tahun ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Bro Rivai tidak mempersoalkan bila IKA Unhas memilih netral di Pilgub mendatang. Bagi pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) yang juga Dosen luarbiasa di Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, kampus dan organisasi alumni sudah seyogyanya tidak berpolitik praktis.

“Kehadiran saya, hanya memenuhi undangan sebagai alumni Unhas. Jadi tidak perlu ditafsirkan macam-macam. Yang jelas saya bangga menjadi bagian dari kampus Unhas,” tutur perwira TNI-AL berpangkat kolonel ini. (Isk)


div>