RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Bro Rivai Sebut Sulsel Bisa Jadi Jakarta Kedua

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 06 Mei 2017 21:00
Bro Rivai Sebut Sulsel Bisa Jadi Jakarta Kedua

seminar nasional‎ 'Maritime Challenge' yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan di Gedung IPTEK Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (6/5/2017). Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal Calon Gubernur Sulsel DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi (Bro Rivai) menyebut kemajuan pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan bisa bersaing dengan DKI Jakarta bila dikelola dengan benar di tangan yang tepat.

Pernyataan itu disampaikan dalam seminar nasional‎ ‘Maritime Challenge’ yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan di Gedung IPTEK Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (6/5/2017).

Pendiri Universitas Pertahanan yang juga dosen pascasarjana Universitas Indonesia ini menjelaskan, jalan untuk mendapatkan anggaran guna membangun infrastruktur Sulsel sekaligus menggenjot pertumbuhan ekonomi adalah melalui pembangunan di sektor maritim.‎

“Sulsel bisa menjadi Jakarta kedua. Kalau kita lipat peta Indonesia, Sulsel itu tepat berada di tengah indonesia. Dari sisi kajian potensi maritim, Sulsel bisa menjadi jalur perdagangan maritim terbesar di Indonesia, bahkan bisa menggantikan Singapura sebagai pelabuhan tersibuk di kawasan Asia Tenggara,” tandas Bro Rivai.

Kepada mahasiswa Ilmu Kelautan se-Makassar, ‎ alumni tata kelola pemerintahan yang baik dari University of Giessen di Jerman ini ‎membeberkan, untuk membangun Indonesia menjadi negara maritim yang strategis di dunia dibutuhkan minimal anggaran Rp500 trilyun per tahun.  Sayangnya, sampai hari ini pemerintah hanya mampu mengalokasikan Rp21 trilyun per tahun dalam APBN untuk pembangunan visi poros maritim dunia.

‎”Nah, poros maritim dunia itu bisa dimulai dari Sulsel sebagai pilot projectnya. Dan Unhas seharusnya bisa menjadi center of excellence dalam urusan riset maritim di Kawasan Indonesia Timur,” papar Alumni Senior Manager in National Security Leadership di Elliott School of International Affairs, George Washington University, Amerika Serikat ini.
Dari sisi perikanan, Selat Makassar dan Teluk Bone merupakan bagian dari area 71 salah satu dari 19 fishing ground terbesar dunia. Pakar kemaritiman yang aktif sebagai narasumber dalam berbagai forum-forum inter‎nasional ini menjelaskan, 30 persen produk perikanan dunia dipasok dari laut Indonesia.
‎”Bila sektor maritim ini dikelola oleh pemerintah dengan benar dan di tangan yang tepat, maka seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Sulsel, akan hidup sejahtera. Persoalannya saat ini adalah political will pemerintah,” imbuh penerima Medali Kepeloporan dari Presiden RI ini. (***)

Tag
  • bro rivai
  •  
    div>