SABTU , 17 NOVEMBER 2018

BTN Siap Akuisisi Perusahaan Manajemen Investasi

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 12 Juli 2018 12:33
BTN Siap Akuisisi Perusahaan Manajemen Investasi

int

JAKARTA,RAKYATSULSEL.COM – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bakal menggarap potensi pendanaan jangka panjang dengan cara mengakuisisi perusahaan manajemen investasi pada September mendatang.

Hal itu akan dilakukan setelah Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) beroperasi.

BP Tapera merupakan transformasi dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) yang akan beroperasi mulai tahun depan.

Direktur Utama BTN Maryono menyatakan, bank mempunyai dua opsi untuk mengelola dana tapera.

Yakni, menjadi bank kustodian atau memiliki layanan manajemen investasi. Berdasar hasil kajian bisnis perseroan, BTN memutuskan untuk mengambil opsi kedua.

Nantinya anak usaha manajemen investasi tersebut yang mengelola dana tapera.

’’Pada September tahun ini, kami membeli anak usaha dalam bentuk manajemen investasi. Ini sebagai salah satu langkah kami mengamankan sumber pembiayaan jangka panjang, termasuk yang bersumber dari tapera,’’ ujar Maryono, Rabu (11/7).

Langkah strategis itu juga dilakukan setelah BTN melihat prospek bisnis yang bagus seiring relaksasi loan to value (LTV) di sektor perumahan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

Kebijakan tersebut menjadi keuntungan bagi BTN yang mempunyai core business pembiayaan perumahan.

Maryono meyakini, dengan relaksasi itu, perseroan mampu mencapai target pertumbuhan pembiayaan tahun ini.

Apalagi, lanjut dia, mulai paruh kedua tahun ini BTN sudah bisa menggunakan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Maryono tidak mengungkapkan berapa jatah yang diberikan pemerintah kepada BTN.

Skema FLPP bakal menguntungkan BTN. Sebab, pada skema tersebut, 75 persen dana pembiayaan berasal dari pemerintah. Sisanya, 25 persen, bersumber dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Dengan penambahan fasilitas itu, BTN akan menggunakan skema pembiayaan FLPP dan subsidi selisih bunga (SSB) untuk memenuhi permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) rumah subsidi. (jpnn)


div>