RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Buang Sampah Sembarangan, PLN Diminta Bertanggungjawab

Reporter:

Ibrahim

Editor:

Iskanto

Kamis , 30 Agustus 2018 13:05
Buang Sampah Sembarangan, PLN Diminta Bertanggungjawab

int

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pihak PLN Cabang Palopo diminta bertanggungjawab membersihkan sampah dahan pohon hasil tebangan yang berserakan dipinggir jalan. Selain mengotori lingkungan, dahan pohon yang ditumpuk di pinggir jalan juga dapat menimbulkan kecelekaan dijalan raya.

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Camat Burau, Amril dalam rapat membahas soal penebagan kayu rakyat untuk dilalui kabel PLN, Kamis ( 30/8)

Rapat Koordinasi ini sendiri berlangsung di ruang pertemuan Kantor Bupati Luwu Tumur. Dipimpin Staf Ahli Bupati, Budiman dengan menghadirkan pihak PLN Cabang Palopo Taupik. Serta Kepala Desa dan Camat Burau dan Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur.

“Minta tolong ya, masyarakat sudah merelakan pohon kayu mereka ditebang gratis. Tapi jangan mentang-mentang gratis hasil tebangan tidak dibersihkan ” Ujar Amril

Sejauh ini pekerjaan pemasangan tiang dan penarikan kabel PLN sementara berjalan dan tidak ada laporan yang masuk mengenai warga minta ganti rugi. Malah yang ada yakni keluhan bekas penebangan yang di biarkan berserakan.

“Apalagi ranting kayunya pak ditumpuk di pinggir jalan, tidak beraturan lagi, bisa saja ini akan menimbulkan korban jiwa bagi pengguna jalan,” jelas Amril.

Amril juga menyarankan jika pihak PLN tidak punya kendaraan untuk mengangkut sampah kayu, pihak Kecamatan Burau siap memberikan bantuan kendaraan. Tetapi untuk biaya operasioanl PLN yang harus bertanggungjawab

“Mobilnya bisa dipakai, bahan bakarnya tanggung sendiri,” Kata Amril

Sementara itu, pihak dari PLN Taupik mengatakan pembangunan jaringan listrik ini mutlak harus dilakukan. Hal itu guna meningkatkan daya listrik, karena beberapa waktu belakangan terjadi persoalan listrik yang selalu padam.

“Untuk persoalan sampah hasil penebangan yang di keluhkan warga, kami meminta maaf karena sama sekali tidak mengetahui ada persoalan seperti itu,” terangnya.

Untuk kedepannya, kata dia, mengenai soal sampah hasil penebangan kayu ini akan segera diatasi, termasuk menggunakan mobil sampah kecamatan. ” Saya pikir sudah ada solusi kami siap bekerja sama dan berkoordinasi denganĀ  pemerintah setempat,” jelasnya. (*)


Tag
div>