RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Buat Siswa Nyaman Belajar, SMPN 9 Parepare Terapkan Metode Window Shopping

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Kamis , 02 Agustus 2018 21:53
Buat Siswa Nyaman Belajar, SMPN 9 Parepare Terapkan Metode Window Shopping

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Banyak metode pembelajaran yang dilakukan para guru agar anak didik lebih memahami materi yang dibahas dalam kelas, termasuk membuat mereka nyaman belajar. Salah satunya, dengan menerapkan metode pembelajaran Window Shopping yang ditunjukkan SMPN 9 Parepare.

Guru SMPN 9 Parepare, Khaeril mengatakan, metode Window Shopping merupakan metode pembelajaran. Pada metode tersebut, anak didik dibentuk dalam satu kelompok, lalu setiap kelompok diberikan materi yang berbeda. Setelah materi diberikan, anak didik harus mengerjakan soal, selanjutnya setelah selesai hasil kerja kelompok mereka lalu menempel di dinding kelas.

Lanjut Khaeril, setelah hasil kerja para siswa ditempel di dinding, satu siswa bertugas sebagai penjaga toko, sedangkan siswa lain bertugas berjalan-jalan melihat toko kelompok lain.

“Si penjaga toko ini diharapkan mampu memberi penjelasan kepada anggota kelompok lain yang membutuhkan penjelasan terkait penyelasaian materi yang mereka dipajang, sehingga dalam kegiatan ini, muncullah aktifitas tutor sebaya,” ujar Khaeril, Kamis (2/8/2018).

Metode pembelajaran ini kata dia, di samping adanya kegiatan kerja kelompok juga terjadi aktifitas tutor sebaya. Selain itu, juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan juga memberi latihan yang bersifat pemecahan masalah.

“Kami berharap dengan metode ini hasil kompetensi mereka bisa ditingkatkan. Dari segi sikapnya mereka bisa bekerjasama, dan bertoleransi. Sedangkan dari segi keterampilan mereka lebih memahami materi yang dibahas. Selain itu, hasil kerja mereka memang sengaja ditempel, sehingga saat mereka melihatnya mereka akan tetap mengingatnya,” jelas khaeril.

Salah satu siswi, Dewiyanti mengaku, metode pembelajaran Window Shopping sangat efektif dalam memahami materi pelajaran.

“Dengan metode ini kami lebih gampang mengerti karena selain bekerjasama menyelesaikan soal kami juga diberi penjelasan oleh kelompok lain dan dijelaskan kembali oleh guru,” ujarnya. (MP1)


div>