JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Buka Bursa Inovasi Desa, Syamsuddin Hamid : Kades Harus Inovatif

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 03 Oktober 2018 14:15
Buka Bursa Inovasi Desa, Syamsuddin Hamid : Kades Harus Inovatif

Bupati Pangkep, memukul gong sebagai tanda dibukanya Bursa Inovasi Desa, di ruang pola kantot Bupati Pangkep, rabu (03/10).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, menegaskan kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Pangkep, untuk cerdas dan berinovasi. Ini ditekankan Syamsuddin saat membuka Bursa Inovasi Desa di Ruang Pola, Kantor Bupati Pangkep, Rabu (03/10).

Bicara soal desa, sekarang tidak adalagi alasan untuk tidak mendongkrak kualitas, karna kepala desa saat ini tingkat pendidikannya lebih baik dari kepala desa dulu.

“Tidak ada alasan, untuk tidak berbuat karena sekarang sudah ada dukungan anggaran, jadi kalau tidak ada perubaha di desa saya merasa malu,” ujar Bupati dua periode tersebut.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, untuk membangun desa dianggap sangat sulit lantaran minimnya dukungan anggaran. Sementara diakui anggaran yang ada hanya cukup untuk biaya operasional.

“Kini semuanya sudah dipenuhi, Miliaran rupiah setiap tahunnya dikelola seorang kepala desa, selain digunakan untuk operasional pemerintahan juga untuk pembangunan kemasyarakatan,” kata Syamsuddin yang juga mantan kepala desa Batara 3 periode tersebut.

Terpisah koordinator Tim Inovasi Desa Kabupaten Pangkep, Abdul Haris Has mengatakan jika bursa inovasi desa diharap mampu menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi penyelesaian masalah serta inisiatif dalam penggunaan dana desa.

“Kegiatan ini sebagai langkah untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi dan permaslaahan desa, termasuk penggunaan dana desa yang efektif dan inovatif,” kata dia.

Dalam bursa ini juga diharapkan para kepala desa berlomba untuk mengajukan inovasi kepada pemerintah agar dapat mempercepat pembangunan di wilayahnya.

Bursa inovasi desa sendiri dibuka dengan tarian tiga etnis, dari ethnic art, yang dihadiri sebanyak 130 peserta diantaranya para kepala desa, pihak perbankan, kepala SKPD hingga tokoh masyarakat desa. (*)


div>