SENIN , 22 OKTOBER 2018

Buka Raker FKPPI Toraja, Ini Harapan IYL

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 04 September 2017 15:51
Buka Raker FKPPI Toraja, Ini Harapan IYL

Ketua Dewan Penasehat PD FKPPI Sulsel, Ichsan Yasin Limpo saat menyalami anggota pengurus rayon se-Tana Toraja.

MAKALE, RAKYATSULSEL.COM – Rapat Kerja (Raker) Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) Tana Toraja, dijadikan momentum Ichsan Yasin Limpo (IYL) untuk memberi pengarahan khusus.

Di depan para pengurus PC FKPPI dan pengurus rayon se-Tana Toraja, IYL yang membuka kegiatan kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasehat PD FKPPI Sulsel, mengingatkan agar keberadaan organisasi ini, manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Menurut dia, FKPPI sekarang harus bisa membuka diri, dan meningkatkan kompetensinya. Bukan eranya “gagah-gagahan”, atau ikut mengatur organisasi kepemudaan lainnya, seperti KNPI.

“Kalau boleh saya kasi saran, FKPPI ini adalah ormas. Untuk itu, tidak usah mengatur-atur organisasi kepemudaan, seperti KNPI,” pesan IYL di depan pengurus dan anggota FKPPI.

Ia menaruh harapan, FKPPI bisa memperkuat kaderisasi dengan kompetensi di internal organisasi. Begitu pun untuk eksternal, FKPPI harus mampu bersinergi dengan pemerintah. Sinerginya bukan meminta-minta proyek, tapi memberi konstribusi yang riil. Diantaranya melalui usaha ekonomi kreatif.

“Sinergitas dengan organisasi lain itu juga harus dilakukan untuk mendorong usaha kreatif, agar bisa memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” terang IYL yang juga mantan ketua PD FKPPI Sulsel.

Selain itu, IYL yang kini maju mencalonkan diri sebagai gubernur Sulsel, mengurai ciri khas dan karakter FKKPI, yakni sistem komando dalam setiap kebijakan organisasi.

“Kenapa FKPPI bisa bertahan, karena bisa memahami sistem komando. Sistem komando itu, yakni mendapatkan masukan, saran dan pendapat, lalu dimusyawarahkan dan diputuskan bersama,” tambah dia.

Sebelum membuka resmi, IYL juga mengingatkan, agar pengurus dan anggota FKPPI untuk terus menumbuhkan jiwa nasionalisme, membela NKRI. Sebab hal itu merupakan harga mati. (*)


div>