KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Bukan “Panggung” SYL

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 14 April 2016 10:25
Bukan “Panggung” SYL

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang akan digelar pada 7 Mei mendatang di Bali disebut bakal menjadi ajang pertarungan dua kandidat Ketua Umum yakni Airlangga Hartarto (AH) dan Ade Komarudin (Akom).

“Saya yakin nanti saat Munas di Balli yang bersaing itu hanya Ade Komarudin dan Airlangga Hartarto,” kata politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid, Rabu (12/4).

PLT Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara ini menjelaskan kalau Airlangga Hartarto telah banyak menyapa kader Golkar di seluruh Indonesia dan mendapat dukungan dari  DPD I dan DPD II, khususnya Golkar Sumut. “Saya sudah yakin semua akan dukung Airlangga,” ujarnya.

Bagaimana dengan bakal calon lainnya seperti Setya Novanto, Idrus Marham, Mahyuddin dan Syahrul Yasin Limpo ?, Nurdin mengaku jika peluang mereka untuk berkompetisi di Munaslub tetap ada.

“Mereka itukan kader-kader terbaik Golkar, peluangnya tetap ada, tapi untuk saat ini Akom dan Airlangga yang bakal bersaing ketat,” jelasnya.

Nurdin berharap ketum Golkar terpilih ke depan mempunyai visi memimpin Golkar selama lima tahu ke depan. Apalagi dalam waktu 3,5 tahun lagi akan ada momentum pemilihan legislatif (pileg) dan juga Pilpres tahun 2019.

[NEXT-RASUL]

“Semoga ketum Golkar terpilih bisa membawa kemenangan partai ini dalam dua momentum tersebut,” harap dia.

Nurdin juga meminta seluruh calon ketum untuk bertarung secara transparan, damai dan tentu saja demokratis. “Semoga momentum pemilihan Ketum Golkar bisa menjadi titik balik kemenangan partai ini dalam pemilu 2019,” katanya.

Menanggapi hal itu, Tim Pemenangan SYL, Zulkarnaen Arief menanggapinya biasa-biasa saja. “Terus (calon, red) yang lain? Kan itu pendapatnya beliau,” ujarnya.

Menurutnya, yang namanya Munaslub itu untuk semua kader yang berpotensi untuk membesarkan Golkar dipersilakan untuk maju. “Yang kalah belakangan. Saya tidak yakin kalau beliau (Nurdi, red) hanya membatasi dua orang. Karena beliau sudah senior di politik. Menurut saya, Munaslub merupakan tempat rekonsiliasi secara total untuk memperbaiki dan mengumpulkan kembali kekuatan-kekuatan yang sudah terpecah satu tahun lebih,” tuturnya.

Zulkarnen berharap dalam Munsalub ini melahirkan pemimpin yang dapat membesarkan Golkar dan diharapkan semua komponen. “Tidak ada lagi perpecahan setelah Munaslub,” ucapnya.

Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang juga digadang-gadang cukup diperhitungkan dalam suksesi kepemimpinan Golkar mendatang juga terus melakukan konsolidasi. Bahkan, SYL dalam beberapa pekan terkahir ini kedatangan beberapa calon ketua umum Golkar antara lain, Setya Novanto, Azis Syamsuddin, Mahyuddin, Airlangga Hartarto, dan yang paling terbaru adalah Ketua DPR RI, Ade Komaruddin.

[NEXT-RASUL]

Malam kemarin, giliran Akom sapaan akrab Ade Komaruddin yang menemui SYL untuk melakukan komunikasi politik jelang Munaslub yang akan dilaksanakan di Pulau Dewata.

Ketua Bidang Opini, Visi dan Misi Farouk M Betta semua calon yang akan maju pada Munaslub memiliki peluang yang sama. Ia menilai, diantara semua calon yang ada itu punya kekuatan yang sama.

“Semua calon itu memiliki peluang yang sama, dan kekuatan yang sama,” ungkap Aru–sapaan akrab Farouk M Betta dengan nada optimis.

Ia menambahkan, SYL adalah calon ketua umum Golkar yang paling diperhitungkan. Aru beralasan, SYL tidak pernah mengunjungi calon lain yang akan maju tapi malah sebaliknya SYL itu hampir semua calon melakukan komunikasi politik.

“Pak SYL itu paling diperhitungkan oleh semua kandidat, buktinya Pak SYL didatangi di Makassar oleh hampir seluruh calon yang akan maju, itu bukti kongkrit kalau Pak SYL itu diperhitungkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi Sulsel yang juga adik kandung SYL, Irman Yasin Limpo mengatakan tidak punya kapasitas untuk memberikan komentar terkait pencalonan SYL pasa Munaslub. Nanun, ia meyakini SYL tidak akan mampu memenangkan posisi ketua umum Golkar.

“Sebenarnya saya ini tidak punya kapasitas untuk memberikan komentar, tapi saya kira Pak SYL tidak bisa menang,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Ia menilai, Tim Pemenangan SYL yang ada saat ini hanyalah penumpang gelap yang ingin tenar. Menurutnya, ketika SYL serius akan memenangkan pertarungan pada Munaslub mendatang langkah yang harus dilakukan SYL adalah melakukan perubahan pada timnya.

“Tim Pak SYL itu hanyalah penumpang gelap yang hanya ingin tenar menjelang Pilkada, jadi kalau Pak SYL benar serius maju maka langkah yang harus dilakukan adalah melakukan perombakan pada timnya saat ini,” ungkapnya.

Ia mengaku, ketika melakukan kunjungan kerja di Solo sebelum SYL bertandang kesana, ia mengupdate seluruh media lokal baik on line maupun cetak. Namun, tidak satu pun mendapat ada pemberitaan tentang kedatangan SYL.

“Sebelum Pak SYL ke Solo, saya sudah lebih dulu kesana, selama satu minggu saya up date media lokal baik in line maupun cetak, tidak pernah ada satu pun pemberitaan akan hadirnya Pak SYL. Disini ji itu yang panas,” pungkasnya.

Sementara Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan menilai peluang SYL untuk melenggang sebagai orang nomor satu partai Golkar tetap ada. Menurutnya, besar kemungkinan akan adanya koalisi beberapa calon yang akan maju pada Munaslub.

“Masih ada peluang Pak SYL, meski pada kenyataannya tidak didukung oleh Ichasan. Saya kira besar kemungkinan akan ada koalisi antar calon pada Munaslub,” bebernya.


div>