KAMIS , 20 DESEMBER 2018

Bukti Pengembangan Keagamaan, Majelis Taklim di Barru Capai 300 Kelompok

Reporter:

Azis Kuba

Editor:

Senin , 14 September 2015 19:44
Bukti Pengembangan Keagamaan, Majelis Taklim di Barru Capai 300 Kelompok

‚ÄéKetua Dewan Pembina Majelis Taklim Barru Andi Citta Mariogi Idris Syukur berbincang dengan anggota majelis taklim di Barru, Senin (14/9)

BARRU,RAKYATSULSEL.COM – Pembinaan dan pengembangan keagamaan di Kabupaten Barru selama lima tahun terakhir benar-benar nampak. Salah satu buktinya adalah menjamurnya kelompok majelis taklim di setiap dusun.

Tak tanggung-tanggung, jumlah majelis taklim saat ini sudah mencapai 300 kelompok, baik di setiap dusun, maupun di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pembentukan dan pembinaan tersebut, tidak lepas dari sentuhan Ketua Dewan Pembina Majelis Taklim Barru, Andi Citta Mariogi.

Istri Bupati Barru 2010-2015 Andi Idris Syukur tersebut, selama tujuh tahun terakhir memang dikenal sangat intens melakukan pembinaan keagamaan. Apalagi, cucu pejuang kharismatik Colliq Pujie tersebut, juga tercatat sebagai Ketua Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Barru.

Tak sekadar dibentuk, majelis taklim tersebut rata-rata rutin melakukan kegiatan. Baik pengajian di masjid, pelatihan memandikan jenazah, latihan qasidah, maupun kegiatan keagamaan lainnya. “Khusus pelatihan keagamaan, seperti pelatihan memandikan jenazah, itu melibatkan puluhan ustas yang kini sudah difasilitasi dan ditanggung oleh Pemkab Barru,” kata Andi Citta, sesaat sebelum memberikan sambutan di pengajian majelis taklim di Tanete Riaja, Senin (14/9)

Berkat pembinaan dan keberpihakan pemerintah kabupaten selama ini, membuat kelompok Majelis Taklim di Barru sering ditunjuk mewakili Sulsel untuk kegiatan tingkat nasional, sekaligus mengikuti perlombaan qasidah, dan lainnya.

Anggota Majelis Taklim di Tanete Riaja, Hamsiah mengatakan, perhatian Andi Citta Mariogi Idris sangat terasa. Sebab selain mengaktifkan majelis taklim, juga rutin menghadiri kegiatan keagamaan, baik kapasitasnya sebagai ketua dewan pembina majelis taklim, maupun ketua FKCA Barru.

“Beliau memang sejak dulu aktif membentuk dan membina majelis taklim. Jadi sangat wajar kalau jumlahnya semakin berkembang,” kata Hamsiah di sela-sela pengajian rutin.

Ia menambahkan, sebelum Andi Citta membentuk majelis taklim, nyaris tidak ada kelompok majelis taklim di Barru. “Tapi alhamdulillah, sebelum Pak Idris menjadi Bupati Barru di periode pertama, Ibu Andi Citta sudah membentuknya, dan semakin hidup saat Pak Idris menjadi bupati,” paparnya.

Sementara itu, anggota majelis taklim lainnya di Barru, Sitti Naisyah, mengakui kalau Andi Citta maupun Andi Idris Syukur, bukan jelang momentum pilkada saja intens menghadiri kegiatan, melainkan sejak dulu selalu bersama-sama majelis taklim.

“Beliau memang yang memprakarsai dan intens melakukan pembinaan. Baik Ibu Andi Citta maupun Pak Idris, sejak dulu selalu hadir di kegiatan majelis taklim. Tidak seperti kandidat tertentu, seakan-akan baru kelihatan aktif dan mengklaim majelis taklim di saat ada kepentingan politiknya,” tegas Naisyah.

 


div>