RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Buktikan Kekuatan Rakyat, IYL-Cakka Bisa Diterima Semua Kalangan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 11 Maret 2018 17:44
Buktikan Kekuatan Rakyat, IYL-Cakka Bisa Diterima Semua Kalangan

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar saat menggelar kampanye di Jeneponto.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Berbeda dengan kandidat lain, pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) yang maju melalui koalisi rakyat diterima oleh semua kalangan. Termasuk kontestan atau tim di pilkada serentak.

Seperti di Kabupaten Jeneponto, semua pasangan maupun timnya, menerima IYL-Cakka. Mulai dari pasangan Muhammad Syarif-Thahal Fasni, keluarga Iksan Iskandar-Paris Yasir, Baharuddin Baso Jaya-Isnad Ibrahim, serta Mulyadi Mustamu-Muh Kasmin.

Mereka memberikan sambutan yang hangat kepada calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo saat menggelar kampanye tertutup, serta silaturahmi di Kabupaten ini, Sabtu (10/3).

Hal sama juga nampak di Pinrang saat IYL menghadiri hari jadi kabupaten itu, belum lama ini. Pentolan dan tim pasangan calon bupati dan wakil bupati, Abd Latief maupun Irwan Hamid juga menunjukkan isyarat dukungannya. Mereka pamer keakraban dengan IYL.

Abd Latief misalnya, selain menjemput IYL di rumah jabatan bupati, juga duduk berdampingan di kegiatan hari jadi. Begitu juga Andi Irwan yang ikut hadir di hari jadi, melakukan Salam Punggawa bareng Tim IYL-Cakka.

Pasangan calon wali kota petahana Danny pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DiaMi) diberbgai kesempatan tampak akrab dengan IYL – Cakka. Termasuk dengan Plt Walikota Makassar Syamsu Rizal.

Bukan cuma itu, tim pemenangan atau pentolan relawan kandidat di Pilkada Bantaeng juga berbaur memberi dukungan ke IYL – Cakka. Seperti Relawan Sumangatta (Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba), Relawan IlhamSAH (lham Azikin-Sahabuddin). Dua paslon di Pilkada Bantaeng ini diusung lewat jalur parpol. Serta satu relawan paslon jalur independen, Relawan Sianatta (Muhammad Alwi-Nurdin Halim).

Hampir semua daerah yang dikunjungi pasangan ini juga bisa diterima semua pihak. Termasuk eks pendukung Syamsari-Achmad Dg Se’re dan Bur-Nojeng di Takalar kini menyatu di IYL-Cakka. Begitu pun di Wajo, Palopo, Enrekang, Luwu, Parepare, sebagian berbeda pilihan di pilkada kabupaten, tapi bersatu di IYL-Cakka untuk Pilgub Sulsel.

Fakta inilah yang melegitimasi bahwa IYL-Cakka paling diterima semua lapisan di Suls. Dengan kata lain, IYL-Cakka menyatukan kekuatan elit dan koalisi rakyat.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin Adi Suryadi Culla mengatakan, kefiguran IYL-Cakka serta sikap keterbukaannya kepada seluruh kalangan menjadi poin penting bagi pasangan yang dikenal komitmen, tegas dan merakyat ini. Apalagi kalau calon kepala daerah memberikan respon baik itu menandakan tingkat keterimaan yang baik.

“Para calon melihat posisinya itu seharusnya diterima oleh seluruh daerah. Karena setiap daerah itu penyumbang suara bagi para calon. Karena itu, tidak bisa mengabaikan bagaimana dukungan yang mungkin mereka peroleh. Itu bisa menjadi salah satu indikator bagaimana tingkat akseptibilitas yang biasanya dibutuhkan untuk berkompetisi,” kata Adi Suryadi.

Ia menilai, tidak seperti kandidat lain, pasangan IYL-Cakka mampu melihat peluang dengan menjalin silaturahmi yang baik dengan kandidat lain di kabupaten/kota. Karena bukan tidak mungkin dengan komunikasi yang baik dukungan demi dukungan akan berdatangan.

“Memang konsolidasi itu yang dibutuhkan, itu yang saya kira faktor urgent juga dengan penerimaan oleh konstituen di seluruh kabupaten kota seharusnya seperti itu,” paparnya.

Hal itu, kata Adi Suryadi, sikap yang ditunjukkan pasangan dengan tagline Punggawa Macakka ini patut dicontoh bagi kandidat lain. Karena sikap seperti itulah yang mesti dimiliki calon pemimpin kedepannya agar komunikasi dengan tiap kepala daerah dapat terjalin dengan baik.

“Itu menjadi contoh yang sangat penting bagi akseptibilitas yang juga berlaku untuk serupa bagi daerah lain. Sikap yang terbuka itu dibutuhkan seluruh calon. Semua calon kan membutuhkan komunikasi yang bisa diterima, karena itukan tidak hanya konsolidasi konstituen yang mereka lakukan,” paparnya. (*)


div>