JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Bung Kobu Siap ‘Bebaskan’ Daerah Terisolir

Reporter:

Cherly

Editor:

Iskanto

Selasa , 30 Oktober 2018 16:15
Bung Kobu Siap ‘Bebaskan’ Daerah Terisolir

Caleg DPR RI PDIP Dapil 3 Sulsel, Yakobus Kamarlo di dampingi istri, Emmy Rante yang juga caleg provinsi dapil 11 Sulsel.

TORAJAUTARA, RAKYATSULSEL.COM – Di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati kemerdekaan. Bahkan, belum bisa menikmati pendidikan hingga kesehatan karena masih terisolir akibat berada di pelosok daerah.

Untuk itu, salah satu calon legislatif (Caleg) memiliki visi dan misi untuk membebaskan daerah yang terisolir. Mengingat dari 9 kabupaten/kota yang masuk di Dapil Sulsel 3 masih ada beberapa daerah yang masih terisolir. Hal tersebut dikatakan oleh Yakobus Kamaro atau akrab disapa Bung Kobu, Senin (29/10).

Ia mengaku di Sulawesi Selatan masih ada beberapa daerah yang masih terisolir seperti Daerah Seko, Kabupaten Luwu Utara. Ditengah kemajuan yang sangat perkembang pesat daerah ini masih tetap terisolir. Dimana, disana masyarakat masih belum merasakan pelayanan kesehatan dan pendidikan dikarenakan infrastrutur jalan ke wilayah ini masih sangat minim.

“Olehnya itu, daerah yang masih terisolir perlu menjadi perhatian pemerintah dengan mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur jalan. Demi meningkatkan sejehtraan masyarakat di daerah yang masih terisolir,” kata Caleg DPR RI dari PDIP, Dapil Sulsel 3 ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir ini, dirinya telah mengunjungi beberapa wilayah yang dianggap masih terisolir di Sulsel. Hal itu dengan hanya menggunakan kendaraan roda dua untuk bersosialisasi kepada masyarakat dan mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Dan apa yang didapatkan dari hasil kunjungan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat nantinya, terutama jika diberi kepercayaan masyarakat untuk duduk di Senayan,” terangnya.

Bung Kobu menjelaskan bahwa dirinya bukan hanya bersosialisasi kepada masyarakat. Tetapi juga memberikan pembelajaran politik yang benar, bahwa di dalam politik itu tidak hanya instan tetapi butuh perjuangan. “Disamping itu dalam berpolitik diperlukan juga pengkaderan bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin yang merakyat, yang perduli akan kondisi masyarakatnya,” tandasnya. (*)


Tag
div>