KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Bupati Blusukan di Wilayah Terpencil

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 20 April 2016 17:44
Bupati Blusukan di Wilayah Terpencil

int

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rangka Hari Ulang Tahunnya, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler memanfaatkan momen itu untuk blusukan di daerah terpencil, tepatnya di Desa Mahalona Kecamatan Towuti.

Untuk menjangkau wilayah tersebut, Bupati dan rombongan harus melalui medan yang berat, di mana jalan rusak, licin dan berlumpur. Belum lagi kendaraan yang digunakan harus dengan spesifikasi tertentu.

Meski dengan kondisi seperti itu, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini pantang menyerah untuk bisa menembus wilayah Mahalona, di Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), pada saat sedang diguyur hujan lebat, Selasa (19/4) kemarin.

Rombongan yang ikut serta dalam kunjungan kerja itu adalah Wakil Bupati Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD Amran Syam, anggota DPRD Usman Sadik, Sekda Bahri Suli, Kadis PU Hirfan, Kadis ESDM Firnandus Ali, Kadis Tarkim Zainuddin, Kadis Nakertransos Mas’ud serta beberapa Camat dan Kepala Desa.

Selain menghadiri syukuran warga, Bupati dan rombongan juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid, meninjau beberapa sarana dan prasarana warga seperti jembatan ambruk yang terletak di Satuan Pemukiman (SP) 4 hingga gedung sekolah yang rusak parah.

Salah seorang warga, Sahril yang mewakili tokoh masyarakat di lima desa mengatakan, sudah puluhan tahun akses jalan utama yang menghubungkan Pekaloa, Timampu ke Mahalona rusak parah. Padahal jalan utama ini sangat dibutuhkan warga untuk mendistribusikan hasil pertanian.

Selain itu, kata Sahril, jembatan utama yang terletak di SP 4 ambruk, sehingga transportasi warga antar SP juga terganggu. “Kami berharap pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan permasalahan ini,” pinta Sahril.

Menanggapi hal ini, Bupati Thorig Husler mengatakan, harapan masyarakat akan akses jalan yang menghubungkan Pekaloa, Timampu- Mahalona di Kecamatan Towuti, sepanjang kurang lebih 28 km telah mendapat respon positif dari pemerintah pusat.

Dia mengungkapkan kalau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan ijin prinsip untuk melepas status kawasan hutan demi perbaikan jalan di daerah itu. “Tim dari balai besar serta dinas kehutanan propinsi akan turun meninjau akses jalan Pekaloa-Mahalona. Makanya, jika semuanya telah lengkap, maka kami (pemerintah daerah) akan segera memperbaiki jalan di sana,” jelas Bupati.

Untuk tahap awal, kata Husler, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,5 milyar untuk pembuatan jalan beton sepanjang 3 km dari Pekaloa- Mahalona. Selanjutnya akan dianggarkan secara bertahap dan diharapkan tuntas hingga tahun 2017 mendatang.

Terkait jembatan yang hampir ambruk, Bupati Husler langsung memerintahkan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial untuk segera melakukan perbaikan agar akses jembatan ini segera berfungsi normal kembali.


div>