MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Bupati Bulukumba Kecewa Terhadap Proyek Bundaran Pinisi

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 19 Desember 2016 18:55
Bupati Bulukumba Kecewa Terhadap Proyek Bundaran Pinisi

Proyek perahu pinisi pada rehabililitasi bundaran pinisi yang menjadi ikon Bulukumba. Rehabilitasi bundaran pinisi tahun 2016 senilai Rp900 juta. RAKYATSULSEL.COM/SALAHUDDIN.

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Proyek rehabilitasi bundaran pinisi senilai Rp 900 juta, sudah hampir selesai. Proyek yang dikerjakan kontraktor dari Gowa ini, kini dalam tahap penyelesaian.

Bundaran pinisi sebenarnya jadi ikon Bulukumba. Apalagi, letaknya tidak jauh dari kantor Bupati Bulukumba.

Hanya saja, proyek rehabilitasi bundaran pinisi tersebut mulai menuai kekecewaan. Salah satunya datang dari Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali.

Proyek rehabilitasi bundaran pinisi jauh dari apa yang dibayangkan. Sebagai ikon daerah, bundaran pinisi seharusnya ‘sedap’ dipandang dimata.

Wartawan Rakyatsulsel.com yang dihubungi, Senin (19/12/2016), Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali, mengaku kecewa dan akan melakukan tindakan khusus, “Karena ini tidak sesuai dengan harapan maka akan melakukan evaluasi,” kesalnya.

Bupati berencana melakukan perbaikan bundaran pinisi di tahun anggaran pada 2017 dengan harapan apa yang menjadi tujuan ikon Bulukumba.

Bupati Andi Sukri Sappewali, tidak dapat menyembunyikan kekecewaanya terhadap proyek rehabilitasi bundaran pinisi saat ini karena proyek tersebut jauh lebih kecil dari sebelum direhabilitasi.

“Seharusnya, harus lebih besar mengingat daerah Bulukumba dikenal sebagai pembuatan perahu pinisi,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Bulukumba, Pasakai mengatakan, rekanan bekerja berdasarkan pada RAB yang berlaku.

“Desain perahu pinisi sudah benar. Ukuran perahu pinisi yang dianggap terlalu kecil karena memang anggaranya cuma Rp300 juta lebih. Namun, perahu pinisi akan kelihatan besar setelah layarnya terpasang,” katanya (sal)


div>