SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Bupati Copot Pejabat Narkoba

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 20 April 2016 17:10

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap untuk perang terhadap narkoba tidak diragukan lagi. Terbukti berbagai upaya dan program untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di Sidrap telah dilakukan. Mulai dengan mengintegrasikan pelajaran tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah, hingga tes urine bagi kalangan pejabat dan PNS lingkup pemkab Sidrap.

Bahkan Bupati Sidrap, H Rusdi Masse juga tidak main-main dalam memberikan sanksi terhadap pejabat yang terbukti menggunakan narkoba.

Bukti ketegasan itu ditunjukkan dengan keluarnya rekomendasi pencopotan terhadap 2 pejabat lingkup Pemkab Sidrap yang terbukti menggunakan sabu-sabu.

Rekomendasi pencopotan pejabat lingkup Pemkab Sidrap yang terbukti narkoba itu telah diteken H Rusdi Masse, Selasa (19/4).

Keluarnya rekomendasi pencopotan dua pejabat Sidrap yang positif narkoba itu dibenarkan Kepala Badan Kesbanglinmas, Makmur. “Kebetulan keduanya adalah pejabat di lingkup Kesbanglinmas, dan rekomendasinya adalah pencopotan keduanya dari jabatannya sebagai Kepala Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan (Kasubid Ormas) dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan. Itu sudah ditandatangani pak bupati,” jelas Makmur.

Sementara Sekretaris BNK Kabupaten Sidrap, HA Baharuddin mengatakan, Bupati Sidrap, H Rusdi Masse memang tidak bermain-main dengan masalah narkoba di Sidrap. Hal itu, kata dia, terbukti dengan berbagai kebijakan dan instruksi yang dikeluarkan untuk memerangi narkoba itu.

“Atas petunjuk Bapak Bupati, di Sidrap ini sudah ada perda tentang narkoba, kebijakan integrasi mata pelajaran tentang bahaya narkoba di sekolah juga selama ini telah beliau tekankan,” jelas Baharuddin.

Untuk memastikan aparatur Pemerintah di Sidrap bersih dari pengaruh narkoba, Bupati Sidrap, kata Baharuddin, juga menjadi pelopor dilakukannya tes urine bagi kalangan pejabat dan seluruh PNS di Sidrap.

“Pak Bupati sendiri yang ikut melakukan tes urine. Dari kegiatan tes urine itu ternyata ada PNS yang positif, dan merupakan pejabat eselon IV. Makanya tidak heran jika kemudian dicopot. Ini bukti bahwa bapak bupati betul-betul serius dengan masalah narkoba ini,” paparnya.

Andi Baharuddin berdalih, besarnya pengungkapan kasus narkoba di Sidrap belakangan ini merupakan buah dari komitmen bersama masyarakat Sidrap untuk memerangi narkoba.

Hal sama juga diakui Ketua KNPI Sidrap, Yarham Yasmin. Menurutnya, banyaknya kasus narkoba yang terungkap di Sidrap itu karena masyarakat sudah mulai sadar dan mau melaporkan jika ada warga yang menyalahgunakan narkoba.

“Artinya adanya kasus yang terungkap karena masyarakat sudah sadar untuk bersama-sama memerangi narkoba, bukan sebaliknya malah menyembunyikannya,”tandas Yarham. (zah)


div>