JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Bupati dan Wabup Berseteru! Konstalasi Politik di Jeneponto Terbelah

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 26 Desember 2016 00:27
Bupati dan Wabup Berseteru! Konstalasi Politik di Jeneponto Terbelah

Ilustrasi

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM –– Peta politik di Kabupaten Jeneponto ikut terbelah, menyusul pecah kongsi antara Bupati Ikhsan Iskandar dan Wabup Mulyadi Mustamu. Dua figur populer tersebut, diprediksi mendapat sokongan politik yang berimbang sebagai tiket menuju pencalonan di Pilkada 2018.

Selain keduanya menjabat sebagai ketua parpol, dukungan parpol-parpol peraih kursi DPRD pun diprediksi cukup berimbang. Potensi koalisi kemungkinan terjalin berdasarkan efektivitas komunikasi dan penentuan balonwabup pasangannya.

Ikhsan maupun Mulyadi memiliki modal dari parpol yang dipimpinnya. Golkar yang kini dipimpin Iksan memiliki empat kursi keanggotaan DPRD, sementara Hanura yang dipimpin Mulyadi juga meraih jumlah kursi yang sama.

Dengan porsentase 10 persen dari total 40 keanggotaan di DPRD, maka keduanya pun wajib membangun koalisi untuk pemenuhan syarat pengusungan pasangan calon di Pilkada 2018 nanti.

Ada potensi, dua figur yang diprediksi bersaing sebagai cabup di Pilkada 2018, bakal menjajaki koalisi dengan parpol-parpol peraih suara papan atas saat Pileg 2014. Parpol dimaksud adalah Partai Demokrat, Gerindra,  Nasdem dan PAN yang meraih masing-masing empat kursi anggota DPRD.

Informasi yang dihimpun rakyatsulsel.com menyebutkan, Iksan Iskandar berpotensi berkoalisi dengan Gerindra yang berpeluang mengusung Paris Yasir sebagai cawabup.

Adapun Mulyadi Mustamu berpeluang paket dengan Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Muh Kasmin Makkamula. Jika ini terjadi, maka Hanura bakal berkoalisi dengan Partai Demokrat dengan total delapan kursi atau sekira 20 persen suara.

NasDem dan PAN penting diperhitungkan dalam pengusungan paslon di Pilkada Jeneponto 2018. Dua parpol ini memungkinkan membangun poros baru dalam Pilkada nanti. (arf)


div>