RABU , 17 OKTOBER 2018

Bupati Husler Harap FPK Deteksi Potensi Konflik

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 06 September 2017 15:16
Bupati Husler Harap FPK Deteksi Potensi Konflik

Bupati Luwu Timur, Muh Thorig Husler saat memberikan sambutan di rapat koordinasi di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Rabu (6/9). Foto: ist

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Luwu Timur, Muh Thorig Husler meminta kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) tanggap dalam membaca situasi dan kondisi sosial sehingga gesekan yang berpotensi konflik di tengah masyarakat agar dapat diantisipasi secara dini.

Hal tersebut diungkapkan Husler saat memberikan sambutan di acara rapat koordinasi yang digelar oleh FPK dengan mengusung tema “Membangun Kerjasama Dan Kebersamaan Dalam Kebhinekaan Serta mengantisipasi dan Mencegah Potensi Munculnya Konflik”. Di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Rabu (6/9).

Menurut Husler, FPK adalah perekat dan wadah untuk menyelesaikan atau membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

“Maka dari itu harus tanggap dan peka mengamati lingkungan agar keharmonisan yang terjalin selama ini tidak terganggu dengan gesekan-gesekan di tengah warga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Luwu Timur yang berada di perbatasan Sulawesi tengah dan Tenggara, dengan masyarakatnya yang heterogen (beraneka ragam) memiliki tantangan dan ancaman dan menjalankan kehidupan sehari-harinya.

“Kerukunan hidup antarumat beragama, suku, ras maupun golongan yang sudah lama terbangun merupakan kerja sama semua pihak yang tanggap dalam meredam benturan antarwarga agar tidak membesar menjadi konflik yang dapat merugikan dan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

“Jadi, intinya jangan biarkan gesekan sekecil apapun. Tanggapi dengan serius dengan melakukan upaya perdamaian dan mengharapkan, para peserta rakor membahas berbagai persoalan serta bersama-sama melahirkan solusi serta rekomendasi untuk dilaksanakan pemerintah daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Luwu Timur Mustadir mengatakan, rakor tersebut bertujuan Untuk mendiskusikan berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi FPK dalam menciptakan dam memelihara kerukunan antar etnis di Luwu Timur.

Selain itu, lanjutnya, untuk mendorong peningkatan peran aktif Kesbangpol, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan pengurus FPK dalam melakukan pembinaan guna terciptanya iklim yang kondusif diantara etnis.

“Dengan kerja sama yang sinergis, FPK diharapkan dapat meminimalisasi konflik antar-SARA, melalui forum dialog, sosialisasi dan sebagainya, dan berinteraksi dengan masyarakat dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian,” jelasnya..

Hadir dalam Rakor tersebut heterogen Wakil Bupati Luwu Timur, Muh Thorig Husler dan Irwan Bahri Syam, Anggota DPRD Luwu Timur Sarkawi A.Hamid, Wakapolres Luwu Timur Kompol Sunardjo, Pabung Mayor Inf. Simon Marthes, dan sejumlah kepala OPD Luwu Timur.

(BAIM)


div>