JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Bupati Jeneponto di rapat Sergap harap, pantau Spekulan harga Gabah 

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 15 April 2016 14:06

CITIZEN, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Jeneponto Iksan Iskandar hadiri kegiatan rapat Koordinasi dan Konsolidasi dalam rangkah Serap Gabah Petani (Sergap) diwilayah Kodim 1425. Kegiatan ini  dilaksnakan diruang pola parranuan kantor bupati, Kamis (14/4/2016).

Hadir dalam kegiatan ini ketua DPRD Muhammad Kasmin M,  Dandim 1425 Rudy Sandri, Kapolres Jeneponto AKBP Joko Sumarno, kepala SKPD dan peserta rapat, satker Bulog Jeneponto, ketua Gabungan kelompok tani dan PPL pertanian. Unsur pimpinan Bank BRI dan BPD sulselbar.

Iksan Iskandar sangat mengapresiasi kegiatan Sergap yang diprakarsai Damdim 1425 Jeneponto. Ini menunjukkan kepedulian TNI dalam pembangunan pertanian sangat besar. Pemerintah daerah beserta TNI komitmen untuk memajukan sektor pembangunan pertanian demi menjamin ketahanan pangan secara nasional.

Olehnya itu kegiatan ini sangat strategis untuk membangun sinergitas, pemerintah daerah, bulog, TNI dan kelompok tani dalam peningkatan daya serap Gabah didaerah ini sebagai wujud kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, ujar Iksan Iskandar.

Menyinggung hasil produksi gabah kabupaten Jeneponto tahun ini masih meyakini akan semakin meningkat. Namun dia tidak menampik bahwa tahun ini, petani kita masih mengalami kendala dalam peningkatan produksi padi sawah. Ketersedian air, cuaca dan hama masih menjadi masalah klasik bagi petani, ungkap Iksan Iskandar.

Tahun ini kita berharap hasil produksi gabah secarah keseluruhan, ditarget 30 ribu ton dapat  menjadi cadangan nasional. Dia juga berharap kepada pengusaha gabah dan beras agar tidak melakukan spekulasi harga ditingkat pasar agar masyarakat dapat memperoleh harga beras yang stabil. Untuk itu agar harga selalu stabil dipasar, pemerintah daerah berupaya mempasilitasi asosiasi penggilingan untuk penyediaan penggilingan gabah skala besar, harap Iksan Iskandar.

Dalam laporannya Dandim 1425, Rudy Sandri, mengatakan tujuan rapat ini dilaksnakan untuk membangun persepsi yang sama tentang program Operasi Sergap. Selain itu bertujuan untuk memperkuat seluruh elemen dalam mendorong peningkatan produksi gabah di kabupaten Jeneponto. 

Dia katakan kepada seluruh peserta bahwa negara sangat membutuhkan kita semua khususnya petani untuk berkontribusi dalam program ketahanan pangan, kata Rudy Sandri

Saat ini tidak dipungkiri ditingkat pasar sering terjadi spekulasi harga gabah dan beras ditengah  upaya pemerintah memperbaiki harga gabah dan beras. Dia juga menjelaskan bahwa harga gabah ditingkat penggilingan 6600 dan harga dibulog 6650, ini rawan dilakukan spekulasi. Olehnya itu dia berharap agar seluruh stakeholdet dapat memantau harga gabah agar tidak terjadi spekulasi ungkap Rudy Sandri.

Ditempat yang sama Kadis Pertanian Rahmansyah Guntur, mengatakan bahwa terkait operasi sergap ini, hal yang lebih urgen untuk peningkatan produksi gabah di Jeneponto adalah penggunaan teknologi pertanian. Dia juga katakan bahwa produksi gabah tahun ini meningkat walaupun diserang hama dan cuaca yang tidak bersahabat, katanya.

Laporan: Ibrahim (Humas Jeneponto)


div>