SABTU , 16 DESEMBER 2017

Bupati Mamuju Sebut Kesetaraan Gender Terkendala Kultur Budaya

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Rabu , 04 Oktober 2017 19:37
Bupati Mamuju Sebut Kesetaraan Gender Terkendala Kultur Budaya

Bupati Mamuju Habsi Wahid memberikan sambutan

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Kabupaten Mamuju menggelar acara Fasilitas Pembentukan Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender (PUG), Rabu, (04/10).

Dalam sambutannya, Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju terus melakukan proses follow up mengenai masalah kesetaraan gender. Menurutnya, kesetaraan gender tersebut terkendala oleh kultur dan budaya yang masih sangat melekat dimasyarakat.

“Kultur ini sangat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, seperti misalnya masih ada anggapan-anggapan kaum wanita ini mengurus rumah tangga saja. Sehingga lupa jika sesungguhnya ada peran yang dilakukan oleh perempuan itu merasa termarginalkan karena persoalan terlalu kentalnya masalah kultur”  kata Habsi.

Akan tetapi, kata dia, kesetaraan gender di Mamuju saat ini sudah mulai terasa. Hal ini terlihat dengan adanya keterwakilan perempuan yang menjadi kepala atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meskipun, kata dia, presentasenya masih belum berimbang.

“Yang mau kita perbaiki kedepan adalah dalam proses pembangunan yang kita lakukan didaerah ini, memberikan porsi yang cukup bagi perempuan untuk memiliki peran, meski selama ini juga sudah ada perannya namun masih kurang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, M. Ali Rachman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal pemerintah dalam terselenggaranya kelembagaan PUG melalui fasilitasi pembentukan kelompok kerja.

“Dalam perencanaan PUG ini, kita melibatkan bagian perencanaan setiap OPD sehingga perencanaan PUG ini dianggarkan disetiap OPD masing-masing” kata Ali.


div>