JUMAT , 19 JANUARI 2018

Bupati Maros Kunjungi Dua Bocah Atresia Ani

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 19 September 2012 10:06
Bupati Maros Kunjungi Dua Bocah Atresia Ani

Bupati Maros, HM Hatta Rahman didampingi Kadis Kesehatan, dr HA Firman Jaya, mengunjungi anak penderita Atresia Ani, Ikhsan.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman didampingi Kadis Kesehatan, dr HA Firman Jaya, mengunjungi anak penderita Atresia Ani, Ikhsan.

RAKYAT SULSEL .  MAROS — Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengunjungi dua bocah penderita kelainan bawaan lahir atresia ani, Senin (17/9). Kedua bodah itu adalah Ikhsan (2) warga Dusun Rammang-rammang Desa Salenrang Kecamatan Bontoa, dan Feby Permatasari (2) warga Dusun Balang Desa Baruga Kecamatan Bantimurung. Kunjungan bupati ini didampingi Kadis Kesehatan, dr HA Friman Jaya dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, Dr Eddy Mokhtar.

Setelah melihat kondisi kedua bocah itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman kemudian memerintahkan Kadis Kesehatan untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak rumah sakit di Makassar yang dapat menangani penderita atresia ani.

Untuk Ikhsan, kata dia, memang alat untuk penanganannya tidak ada di RSUD Salewangan, sehingga harus dirujuk di rumah sakit di Makassar. Namun, untuk pasien Jamkesmas harus antre selama sebulan atau dua bulan di rumah sakit Wahidin. Padahal Ikhsan harus segera ditangani secara medis.

“Sehingga kami meminta kepada LSM dan Kadis Kesehatan yang mendampingi untuk mencari rumah sakit lain,” kata Hatta usai mengunjungi Ikhsan dan Feby.

Menurut Hatta, jika rumah sakit di luar Wahidin tidak dapat menerima pasien Jamkesmas, maka Ikhsan akan ditangani dengan jalur pasien umum karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menunggu lagi.

“Kami berharap segera dilakukan tindakan penanganan medis secara cepat. Pemkab Maros juga akan memberikan bantuan operasional untuk keluarga Ikhsan dan Feby hingga dinyatakan normal seperti anak-anak lainnya,” ujar Bupati Maros.

Hatta juga berharap agar perusahaan sekitar seperti PT Semen Bosowa yang lokasi rumahnya berada di lingkungan  pabrik Bosowa bisa memberikan perhatian besar terhadap penderita atresia ani. “Setidaknya bisa memberikan perhatiannya lewat penyaluran Corporate Social Responcibility (CSR). Kita juga yakin Bosowa bisa membantu kedua penderita atresia ani itu secara maksimal,” harapnya.

Terpisah Direktur LSM Bumi Mentari, Andi Ilham Lahiya, sebagai lembaga pendampingan kedua bocah atresia ani itu, mengaku sangat berterima kasih kepada Bupati Maros yang telah menunjukkan perhatiannya. “Atas instruksi Bapak Bupati, kami membawa Ikhsan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal untuk mendapatkan perawatan yang lebih maksimal. Sekarang (kemarin, red), Ikhsan sudah diopname di RSI Faisal di kamar 205,” jelasnya.

Sekadar diketahui, meski antara Ikhsan dan Feby sama-sama menderita atresia ani, namun penanganannya berbeda. Karena Ikhsan memiliki lubang anus hanya saja lubangnya kecil sehingga mengalami kesulitan saat akan buang air besar (BAB). Sementara Feby sama sekali tidak memiliki lubang anus. Sehingga, saat BAB kotorannya keluar melalui alat vitalnya atau vagina di mana secara medis disebut Plesvistal Recto Vaginalis. (*)


Tag
div>