JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Bupati Resmikan Pasar Boyong

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 April 2016 18:30
Bupati Resmikan Pasar Boyong

int

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan daya beli, adalah menjadi bagian perhatian penuh pemerintah daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Jeneponto.

Saat ini, pemerintah daerah terus berupaya untuk pemanfaatan seluruh pasar termasuk pasar Boyong Tamalatea untuk peningkatan sentra sentra ekonomi masyarakat, ungkap Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, saat resmikan pasar Boyong kecamatan Tamalatea, Selasa (6/3).

Menyinggung Pasar Boyong, Iksan mengaku bahwa pasar ini telah ada sebelum kepemimpinannya. Sehingga pada tahun 2015 terus diupayakan agar pasar ini dapat dimanfaatkan. Namun dia tidak menampik bahwa proses pemamfaatan pasar ini masih terjadi kontraproduktif tentang penggunaan pasar Tamanroya dan pasar Boyong, katanya

Olehnya itu, Iksan Iskandar memandang bahwa pasar ini sangat strategis sehingga tahun 2016 ini segera dimanfaatkan. Dia juga menerangkan lokasi pasar ini berdasarkan hasil studi bahwa pasar boyong sangat strategis dari segala asfek, olehnya pemerintah pusat memangdang untuk penambahan pembangunan pasar ini untuk, dapat menjadi pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dalam kesempatan itu, Iksan Iskandar meminta pengguna pasar boyong agar dalam meningkatkan usaha harus bermitra dengan bank untuk mendapatkan modal. “Kalau ada, saya mintakan modal di bank. Saya bisa mintakan kepada kepala cabang Bank Sulselbar cabang Jeneponto dan BRI cabang Jeneponto,” ujarnya.

Permintaan itu bahkan langsung disampaikan kepada kepala BPD Sulselbar cabang Jeneponto, Rini yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Rini sendiri merespon dengan baik dan meminta kepada seluruh pengusaha mikro dam sektor informal untuk menggunakan dana KUR untuk pengembangan usaha.

Hadir dalam peresmian tersebut, ketua DPRD Muhammad Kasmin dan sejumlah anggota dewan, Asisten II Ahmad, Asisten III Muhammad Arifin Nur, unsur muspida, para kepala dinas dan pejabat esolon III lingkup Pemda Jeneponto. Juga hadir kepala Bank BRI dan Bank BPD, dan para calon pengguna pasar.

Kepala Dinas Perindagtamben Sopyan Saga dalam laporannya mengurai bahwa pembangunan pasar Boyong menggunakan anggaran kurang lebih Rp 17,5 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun sebanyak 179 kios.


div>