JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Bur-Nojeng Hadirkan Saksi Fakta dan Saksi Ahli

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 17 April 2017 10:18
Bur-Nojeng Hadirkan Saksi Fakta dan Saksi Ahli

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Gugatan pasangan calon nomor urut 1 Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim di Pilkada Takalar, memasuki agenda sidang pembuktian, Senin (17/4) hari ini di Mahkamah Konstitusi.

Menghadapi sidang tersebut, kuasa hukum Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng), Syamsuardi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah draft untuk menguatkan gugatan adanya penyimpangan saat pelaksanaan Pilkada Takalar lalu. “Kita sudah siap lahir batin, begitupun teknis gugatannya,” ujarnya, Minggu (16/4).

Dalam persidangan pembuktian tersebut tim kuasa hukum Bur-Nojeng sudah menyiapkan sejumlah saksi-saksi, yang menguatkan terjadinya kecurangan saat proses Pilkada Takalar Februari lalu.“Sesuai dengan arahan MK, Besok (Hari ini) kita sudah siapkan lima saksi fakta dan dua saksi akhli,” ucapnya.

Namun dirinya tidak ingin menyebutkan saksi-saksi dari mana yang akan dihadapkan kepada majelis hakim. “Nanti kita akan sampaikan di MK,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan dalam pesidangan perselisihan tersebut merupakan pengajuan saksi-saksi terkait sebelum sidang selanjutnya yakni berupa kesimpulan dan putusan. Sehingga pihaknya mengharapkan kepada seluruh para pendukung Bur-Nojeng tetap tenang sebelum ada keputusan akhir.“Kami berharap kepada para pendukung pak Bur tetap tenang,sabar dan berdo’a agar persidangan nantinya berjalan dengan lancar dan berhasil,” ungkapnya.

Kuasa Hukum Bur-Nojeng lainnya, Syaiful mengatakan bahwa salah satu bukti yang akan diajukan adalah adanya pemilih yang tidak jelas status kependudukannya yang dilaporkan sebanyak 5.486 jiwa. Pihaknya telah mengumpulkan data dugaan mobilisasi pemilih siluman tersebut. “Datanya sudah kita kumpulkan, kita yakin bahwa ini adalah murni kecurangan,” ujarnya.

Selain itu, Tim Pemenangan Bur-Nojeng juga telah melaporkan KPUD Takalar dan Panwaslu Takalar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

Ketua Tim Pemenangan Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga menjelaskan, kecurangan yang terjadi di Pilkada Takalar diantaranya adanya pemilih siluman yang berjumlah 5.486 orang. Selain itu, adanya TPS yang jumlah kertas suara terpakai diatas 100 persen melebihi kuota kertas suara 2,5 persen di setiap TPS. Serta adanya pemilih yang menggunakan C6 yang bukan miliknya. “Semua penyelenggara kita laporkan, tetapi yang paling terpenting adalah independensi Panwaslu Takalar. Kita berharap Bawaslu menindaklanjuti laporan ini,” ungkap Fachruddin.

[NEXT-RASUL]

Fachruddin menyampaikan, salah satu contoh laporan yang disampaikan ke Bawaslu adalah C1 yang merupakan bukti otentik di setiap TPS kemudian disandingkan dengan setiap DPT. “Ini sesuatu yang sangat aneh. Yang memberi suara 103 persen dari total surat suara yang tersedia di TPS. Ini salah satu contoh yang ditunjukkan ke Bawaslu Sulsel dan kondisinya terjadi hampir disetiap TPS,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Anggota DPRD Sulsel tersebut, mempertanyakan, penyelenggara dalam hal ini, KPU Takalar dalam memusnahkan surat suara yang tidak membuat berita acara. Dia menyebutkan, dalam pemusnahan surat suara itu, KPU Takalar tidak melibatkan tim Bur-Nojeng. “Kami meyakini bahwa ini sebagai bentuk pelanggaran yang dilakukan sangat terstruktur, sistematis, dan massif. Sehingga kami meminta Bawaslu untuk membuat catatan khusus terkait pelanggaran tersebut,” tambah legislator fraksi Golkar ini.

Dalam persidangan di MK, tim kuasa hukum Petahana Bur–Nojeng, akan dipimpin Prof Yusril Ihza Mahendra dan Dr Sirra Prayuna. Diketahui sebelumnya pada Pilkada Takalar, pasangan Bur-Nojeng yang merupakan petahana dikalahkan oleh pasangan Syamsari Kitta-Ahmad Daeng Se’re (SK-HD) berdasarkan hasil hitungan real count KPU. Pada perhitungan real count KPU Takalar, kedua pasangan tersebut hanya selisih perolehan suara 2.023 atau sekitar 1,16 persen. SK-HD meraih 50,58 persen sementara Bur-Nojeng 49,42 persen. (Fah/D)


div>