SENIN , 18 DESEMBER 2017

Buruh Siap Gugat UMK Kota Makassar

Reporter:

Editor:

Muh Sophian AS

Kamis , 09 November 2017 20:07
Buruh Siap Gugat UMK Kota Makassar

Serikat Buruh Menggelar Aksi Unjuk Rasa terkait rencana penetapan UMK Makassar 2018

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Surat rekomendasi pengupahan Kota Makassar yang akan diajukan ke Gubernur Sulsel untuk disahkan telah dikeluarkan. buruh akan menggugat jika rekomendasi tersebut disahkan.

Dalam rekomendasi tersebut pemerintah kota mengusulkan nominal upah buruh yakni Rp. 2.722.642. Menurut Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho, Andi Kurniawan menyatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai dan bertentangan dengan undang undang No. 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan dan penataan upah. “Pemerintah Kota Makassar hanya menetapkan upah berdasarkan PP. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan yakni sebesar 8,71%, keputusan tersebut sangatlah tidak berpihak kepada kepentingn buruh, namun hanya berpihak pada kepentingan pemodal atau kapitalisme,” tegas Kurniawan.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi tolak ukur kegagalan pemerintah Kota Makassar jika usulan tersebut disahkan.

Keluarnya surat rekomendasi tersebut menurutnya menunjukkan bahwa Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar tidak berpihak kepada buruh. Padahal saat sidang pengupahan, empat wakil buruh di dewan pengupahan sudah menyatakan tidak menerima dan memilih untuk meninggalkan sidang namun tetap saja rekomendasi tersebut dikeluarkan. “Hal ini jelas menabrak undang undang No.13 Tahun 2003, seharusnya pemerintah Kota Makassar mempertimbangkan kebutuhan hidup layak dan pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi sebesar 11,6%,” jelas Ketua Federasi Serikat Buruh Kamiparho.

“Kami hanya meminta untuk menetapkan upah minimal berdasarkan pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi 11,6%. Jika tidak kami akan melakukan aksi besar-besaran dan akan menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara,” tambahnya. (*)


div>