SELASA , 12 DESEMBER 2017

Cak Imin Bicara Soal Pentingnya Persatuan di UNM

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Jumat , 17 November 2017 13:44
Cak Imin Bicara Soal Pentingnya Persatuan di UNM

okoh nasional, Dr (Hc) H. A Muhaimin Iskandar, M.Si melakukan kuliah umum di depan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (17/11). Foto: Alief/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tokoh nasional, Dr (Hc) H. A Muhaimin Iskandar, M.Si melakukan kuliah umum di depan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (17/11).

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyampaikan materi bertema “Membumikan semangat kebhinekaan dalam memperkokoh keutuhan NKRI”.

Sekedar diketahui, Cak Imin sebelumnya memang sudah dikenal getol memperjuangkan makna dan implementasi kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa, beragama, dan bernegara. Bahkan atas geliatnya mendorong kebhinekaan, teranyar pria yang akrab disapa Cak Imin ini memperoleh Gelar Doktor Honoris Causa dari Univeristas Airlangga.

Dalam kuliah umum yang berlangsung selama 120 menit tersebut, Cak Imin didampingi rombongan yakni, Mantan Menteri Desa, Marwan Jafar, Anggota DPR RI Jazilul Fawaid, Komisaris PT Petrokimia Putera, Andi Muawiyah Ramli, Tokoh Perjuangan Buruh Indonesia, Dita Indah Sari, Sekjen Perempuan Bangsa, Luluk Nur Hamidah.

Dalam paparannya, dihadapan ratusan lebih peserta kuliah Umum, Cak Imin dengan tegas menilai fanatisme keagamaan dengan tafsir ekstrim dan gerakan transnasional menjadi ancaman bagi kukuhnya kebhinekaan.

“Prinsip kebhinekaan berkontribusi dalam memajukan Indonesia. Sejak belum merdeka, Indonesia sudah menjadi kawasan yang sangat plural, yang memang ber-Bhinneka Tunggal Ika dan Agama menjadi spirit kebangsaan,” terang Cucu (alm) Bisyri Syamsuri, pendiri NU.

Bagi Cak Imin, mengelola kebhinekaan adalah mengelola perbedaan dan keragaman dalam situasi yang aktual, situasi nyata kekinian. Ia mencontohkan Rasulullah saat mendeklarasikan piagam madinah, justeru menjadi konsensus bersama dari berbagai etnis dan agama. Bukan mendirikan negara Islam.

“Sesama anak bangsa jangan sampai saling memusuhi, karena didasari adanya perbedaan. Justru perdedaan bisa dijadikan guyonan yang sehat. “Rileks saja memandang perbedaan, jadikan humor yang sehat,” ujarnya.

Kuliah Umum Cak Imin di UNM di buka langsung Rektor UNM, Prof Husain Syam dengan moderator Prof Jasruddin Direktur Program Pascasarjana, Seluruh Wakil Rektor dan Dekan Fakultas, Dosen-dosen hadir dan antusias dalam agenda rutin UNM itu.

Prof Husain Syam menyambut baik kehadiran Cak Imin di kampus yang dibesutnya, Ia berharap spirit dan inspirasi dari Cak Imin akan menjadi ingatan bagi civitas akademika UNM.

“Cak Imin ini luar biasa, sejak usia 32 tahun sudah jadi wakil ketua DPR RI termuda dan selam 10 tahun di DPR RI, kemudian menjadi menteri tenaga kerja,” kata Prof Husain.

Ratusan mahasiswa dan civitas akademika menyambut meriah Kuliah Umum Kebangsaan tersebut. Usia kuliah umum, para peserta mengajak Cak Imin untuk foto dan wefie bersama.(*)


Tag
  • Cak Imin
  •  
  • unm
  •  
    div>