SABTU , 20 OKTOBER 2018

Cakada di Bulukumba Bisa Bertambah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 07 September 2015 14:56

* Panwaslu Isyaratkan Terima Gugatan Sukma – Hakim
* Pengamat: Enam Kandidat, Pilkada Bulukumba Semakin Menarik

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Lima pasangan calon bupati dan wakil bupati telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bulukumba sebagai peserta Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Kelima pasang kandidat itu yakni Sukri Sappewali – Tomy Satria (Nasdem, Demokrat, dan Gerindra), Masykur A Sulthan – Edy Manaf (PAN, PKB, dan PBB), Jumrana Salikki – Husbiannas (Perseorangan), Askar HL – Nawawi Burhan (PDIP, Hanura, PPP) dan Abdul Kahar Muslim – Andi Sabri Mustari (Golkar, PKS).

Namun jumlah peserta pilkada di Bulukumba bisa saja bertambah. Jika Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bulukumba, mengabulkan gugatan bakal calon pasangan bupati independen, Sukma Nurani – Abdul Hakim yang sebelumnya tidak diloloskan oleh KPUD lantaran tak memenuhi syarat dukungan.

Sinyal jika pasangan Sukma – Hakim akan diloloskan sebagai calon bupati dan wakil bupati mulai terlihat saat Panwaslu Bulukumba merampungkan kesimpulan sidang mediasi, Sabtu (5/9) lalu, terkait gugatannya ke KPUD.

Salah satu kesimpulan yang ditetapkan dalam sidang musyawarah sengketa pemilihan kepala daerah itu, yakni mengakui adanya kesalahan komisioner KPUD Bulukumba dalam melaksanakan tahapan pilkada.

[NEXT-RASUL]

Ketua Panwaslu Bulukumba, Andi M Amin mengatakan, KPUD tidak menjalankan tahapan verifikasi faktual terhadap berkas dukungan pasangan Sukma – Hakim secara utuh, yakni pada tanggal 12-16 Agustus. Verifikasi hanya berlangsung dua hari, pada 12-13 Agustus.

“Pemohon (Sukma – Hakim) tidak diberikan ruang sesuai tahapan, sehingga persyaratan jumlah dukungannya tidak mampu dipenuhi,” kata Amin saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya, Minggu (6/9).

Amin menjelaskan, KPUD tidak melanjutkan verifikasi faktual karena menganggap berkas dukungan yang bersangkutan tidak memenuhi persyararatan. Komisi juga mengikuti surat edaran dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, yakni hanya melakukan verifikasi terhadap berkas yang disertai Kartu Keluarga.

Diketahui pasangan Sukma – Hakim menggugat KPUD setelah mereka tidak diloloskan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati pilkada Bulukumba. KPUD memutuskan bahwa pasangan itu hanya mampu mengumpulkan dukungan 30.798 warga.

Jumlah Itu di bawah standar pencalonan, yang mensyaratkan dukungan minimal sebanyak 36.798. Sementara di saat yang bersamaan, KPUD menetapkan lima pasangan calon sebagai kandidat resmi di pilkada Bulukumba.

[NEXT-RASUL]

Amin mengatakan, kesimpulan menjadi bahan bagi Panwas untuk mengeluarkan keputusan, yang akan ditetapkan pada sidang lanjutan, Senin (7/9) hari ini. Namun dia memastikan hingga kini pihaknya masih mempelajari masalah sengketa, sehingga enggan berspekulasi tentang keputusan tersebut.

Namun dirinya mengisyaratkan, pasangan Sukma – Hakim masih memiliki peluang diverifikasi ulang untuk diloloskan sebagai peserta resmi Pilkada Bulukumba. “Soal keputusan akan lebih jelas setelah sidang, tapi memang kami menemukan adanya indikasi pelanggaran administrasi. Sebab berkas pencalonannya ditolak diverifikasi oleh KPUD Bulukumba,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ketua KPUD Bulukumba, Azikin Patedduri menyatakan akan menerima apa pun keputusan sidang sengketa di Panwaslu. Pihaknya juga siap menindaklanjuti keputusan yang dianggap bersifat mengikat. Termasuk apa bila Panwaslu merekomendasikan bahwa berkas pencalonan pasangan penggugat memenuhi syarat untuk diloloskan.

Azikin memastikan selama ini KPUD bersifat profesional dalam menjalankan tugas sebagai penyelengga pilkada yang berintegritas. Pihaknya kini menyerahkan kepada Panwaslu untuk mengambil keputusan terkait gugatan yang dilayangkan pasangan Sukma – Hakim. “Terkait adanya gugatan itu, kami telah memasukkan bukti-bukti serta menyampaikan penjelasan ke Panwaslu,” kata dia.

[NEXT-RASUL]

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pemenangan pasangan Sukma – Hakim, Abdul Samad optimistis pihaknya akan memenangkan gugatan di Panwaslu. Dia pun yakin, jagoannya tersebut kelak dapat ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Bulukumba.

“Berkas dan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan saat sidang gugatan, sangat menguntungkan kami. Kita tunggu saja keputusannya besok (hari ini),” jelasnya.

Jika Panwaslu Bulukumba menerima gugatan Sukma Nurani Amperia – Abd Hakim, maka hampir bisa dipastikan Pilkada Bulukumba akan diikuti oleh 6 pasang calon. Sementara lima pasangan yang telah ditetapkan sebelumnya saat ini tengah melakukan kampanye.

Peluang Sukma – Hakim menjadi kontestan Pilkada Bulukumba belum tamat turut diamini pengamat politik Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla.

“Secara administratif memang Sukma – Hakim masih berpeluang untuk menjadi peserta Pilkada di Bulukumba, karena kelengkapan administratif yang dipermasalahkan sudah dipenuhi sebelumnya,” kata Suryadi Culla.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, Suryadi menuturkan, KPUD Bulukumba sebagai penyelenggara pemilu harus teliti dan profesional dalam mengambil keputusan agar tidak menyurutkan kandidat lain.

“Kalau ada kandidat yang memenuhi syarat dan kriteria kenapa tidak diloloskan, KPU jangan serta merta mengabaikan atau menolak calon bersangkutan yang memenuhi syarat dan memilik hak sebagai konstentan pilkada,” tuturnya.

Dia menambahkan, tugas KPU hanya memfalidasi berkas secara administratif. Jika memenuhi syarat maka kandidat itu harus diloloskan, namun ketika masih kurang persyaratannya maka akan diberikan kesempatan untuk melengkapi berkas yang diperlukan.

“KPU tidak memiliki tendensi tertentu untuk memutuskan sepihak. KPU memang dituntut bersikap objektif pada regulasi sehingga pihak KPU harus mengakomodir kandidat bersangkutan,” katanya.

“Jika besok sangketa kandidat Sukma – Hakim diputuskan, maka pilkada di Bulukumba akan 0semakin menarik,” tambahanya. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>