SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Cakada Perseorangan dan Parpol Punya Peluang Sama

Reporter:

Suryadi Maswatu - Iskanto - Rahmaniar

Editor:

asharabdullah

Rabu , 08 November 2017 09:16
Cakada Perseorangan dan Parpol Punya Peluang Sama

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Calon kepala daerah (Cakada) dari jalur perseorangan menjadi pintu alternatif bagi calon yang ingin ikut pemilihan kepala daerah. Publik pun menilai positif persaingan di antara kedua jalur ini karena diyakini bisa menghasilkan pemimpin daerah yang lebih baik.

Jadwal tahapan penyerahan syarat dukungan pasangan calon perseorangan di Pilkada serentak 2018 akan dilaksanakan pada 25-29 November 2017. Sejumlah bakal calon kepala daerah di Sulsel pun menyiapkan skenario untuk maju di jalur perseorangan. Misalnya di Kabupaten Sidrap ada Dollah Mando, di Kota Parepare Taqyuddin Djabbar, Kabupaten Bone pasangan Andi Ikhsan Hamid-Reski Djabir, Jeneponto ada pasangan Baharuddin Baso Jaya-Isnaad Ibrahim, di Kota Palopo ada Haidir Basir, dan Makassar Wali Kota Petahana Moh. Ramdhan Pomanto pun ikut menyiapkan strategis jalur perseorangan.

Tidak ada pembeda kualitas politik antara cakada dari jalur independen atau partai politik (parpol), semuanya akan kembali kepada figuritas kandidat yang bersangkutan. Dari sisi peluang, cagub independen dan parpol sama-sama memiliki peluang dengan catatan sosok yang diusung memiliki elektabilitas tinggi.

Sementara, dari sisi mekanisme kedua jalur tersebut sama rumitnya, jalur independen harus kumpulkan KTP & surat dukungan pasangan dengan jumlah yang tidak sedikit dan harus membuat sejumlah komitmen dengan masyarakat.

Syarat Dukungan Minimal Calon Perseorangan. Dok. RakyatSulsel

Dan jalur parpol harus dapat dukungan kursi DPRD beserta komitmen politik dengan elite parpol. Artinya, baik jalur independen maupun parpol sama-sama ada komitmen yang harus dibangun, yang beda cuma aktornya yaitu dengan masyaratkat dan elite parpol.

Juru bicara Dollah Mando, Syamsul Bahri, Selasa (7/11) mengungkapkan, pihaknya kini telah memgumpulkan sekitar 40 ribuan dukungan KTP untuk maju sebagai calon kepala daerah yang berpasangan dengan pengusaha asal Kalimatan, yakni Mahmud Yusuf.

“Kita sudah siap untuk mendaftar, melalui jalur independen, jika memang nantinya pak Dollah tidak bisa mendapatkan partai tambahan, pada saat pendaftran di buka,” kata juru bira Dollah Mando, Syamsul Bahri, Selasa (7/11).

Syamsul mengaku jika pihaknya sudah siap menyerahkan dukungan tersebut ke KPU. “Kita hanya menyerahkan sesuai syarat minimum yang diminta oleh KPU sekira 22 ribu lebih, namun kita akan bulatkan menjadi 23 ribu,” ungkapnya.

Namun menurut Syamsul, selain mempersiapkan jalur perseorangan, Dollah Mando masih melakukan lobi dengan partai politik untuk tambahan koalisi partai Gerindra yang hanya memiliki 3 kursi. “Kan Demokrat masih surat tugas yang diberikan kepada ibu Fatmawati, jadi kita berharap Demokrat bisa bergabung. Jika Demokrat bergabung itu sudah cukup menjadi tujuh karena Demokrat memiliki 4 kursi,” harapnya.

Wali kota Makassar sendiri, Danny Pomanto ikut menyiapkan alternatif maju lewat jalur independen dengan cara mengumpulkan KTP dukungan, selain melakukan negosiasi terhadap parpol.

“Saat ini memang ada partai mendorong saya, akan tetapi saya juga siapkan antisipasi kemungkinan sehingga siapkan juga jalur independen,” ujarnya saat ditemui, Selasa kemarin.

Ia menambahkan, memang ada sejumlah Partai yang menyatakan dukungan tapi belum ada rekomendasi, sehingga pihaknya masih menunggu sambil menyiapkan jalur dukungan masyarakat.

Wali Kota petahana ini menyebutkan timnya telah bekerja untuk mengumpulkan KTP sebagai alternatif jalur independen. Lanjut dia, dirinya hanya mendapat laporan jika sudah hampir mencapai target dari jumlah syarat di KPU.

“Tim yang bekerja, tapi jumlah sudah hampir capai syarat di KPU. Saya sudah punya payung, yakni 400 ribu lebih KTP dukungan. jadi, misalnya terjun bebas (tanpa dukungan partai) saya sudah ada payungnya,” kata Danny.

Sementara di Kota Parepare, masih menguat wacana head to head antara Taufan Pawe dengan rivalnya Faisal Andi Sapada. Terkait wacana kandidat lain yang masih optimis maju sebagai bakal Calon Wali Kota Parepare adalah Taqyuddin Djabbar. Kandidat yang memperoleh suara terbanyak kedua pada Pilwalkot 2013 lalu setelah Taufan Pawe.

Kendati demikian, TQ akronim kandidat ini mengaku masih optimis bisa maju melalui jalur parpol. Ia mengulas, jika di Parepare belum ada kandidat yang dinyatakan sah maju sebagai calon wali kota melalui jalur parpol. Tq menjelaskan, jika saat ini para kandidat masih mengantongi surat tugas yang dianggapnya masih bisa berubah, sehingga komunikasi politik dengan sejumlah parpol maaih diperjuangkan.

“Saat ini kami masih finalkan dengan parpol. Jadi kita bersabar dulu sampai bulan 12 atau bulan Januari karena belum ada yang ditetapkan oleh parpol. Surat tugas masih bisa berubah. Saya optimis, ada tiga pasangan di Pilwalkot Parepare,” ungkapnya.

Ditanya mengenai jika adanya kemungkinan jalur independen yang harus dilalui, TQ mengaku telah mempersiapkan diri untuk jalur itu. “Jika kemungkinannya seperti itu, maka tentu kita akan persiapkan untuk jalur itu. Tapi saat ini, masih fokus Parpol dulu,” optimis TQ.

Sementara, KPU Kota Parepare merilis jadwal pendaftaran bagi kandidat yang mendaftar pada jalur independen, yaitu pada 25 hingga 29 November 2017. “Syaratnya, setiap kandidat harus melampirkan bukti dukungan KTP sebanyak 9.922. Jumlah ini merupakan 10 persen dari jumlah DPT pada Pilpres terakhir,

yaitu 99.215 pada Pilpres 2014,” beber Asrul, Kasubag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Parepare.

Saat ini kata Asrul, beberapa kandidat telah datang ke KPU menanyakan teknis dan pensyaratan pendaftaran melalui jalur perseorangan. “Sudah ada beberapa yang datang bertanya-tanya tentang jalur perseorangan,” paparnya.

Lainnya halnya di Sidrap, Komisioner KPU Sidrap Amruddin mengatakan jika saat ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap kandidat yang ada. “Kita sudah melakukan sosialisasi, dua pekan lalu dan pekan kemarin, dan pada saat sosialisasi, dari awal ada lima kandidat memang yang ingin melalui jalur perseorangan,” katanya.

Lima kandidat yang dimaksud adalah wakil bupati Sidrap Dollah Mando, Mahmud Yusuf, Iksan Hamid, Ramli Manong dan Solihin.

Olehnya, pihaknya juga sudah siap untuk menerima KTP dukungan dari kandidat yang ingin melalui jalur perseorangan. “Tanggal 9 nanti baru kita umumkan, tahapan penyerahakan dukungan KTP yang akan dimulai dari tanggal 25 hingga 29,” ujarnya.

Amiruddin menjelaskan dari tanggal 25 tersebut pihaknya langsung melakukan verifikasi jumlah dukungan dan penyebaran wilayah yang telah ditentukan. “Kita akan verikikasi jumlah dukungan berdasarkan wilayah minimal 51 persen dari jumlah kecamatan yang ada di Sidrap, jika memenuhi baru kita akan melakukan pemeriksaan administrasi,”ungkapnya

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar, Syarief Amir menambahkan, KPU Kota Makassar akan membuka pendaftaran untuk jalur perseorangan pada Pilwalkot Makassar untuk Pilkada Serentak 2018 mendatang Mulai tanggal 9-22 November 2017 mendatang.

Dikatakan, tak ada batasan untuk kandidat yang ingin maju lewat jalur independen. Mengingat demokrasi mengharuskan kebebasan bagi warga indonesia untuk mempunyai hak memilih dan dipilih. “Siapapun itu yang mau maju, silakan, selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan PKPU,” katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Makassar, Andi Shaifuddin menuturkan, KPU Makassar telah menetapkan persyaratan pencalonan untuk bakal calon yang ingin maju lewat jalur perseorangan.

Keputusan tersebut dihasilkan lewat rapat pleno oleh seluruh komisioner KPU bersama Panwas, di sekretariat KPU Makassar, Jalan Perumnas Antang Raya belum lama ini

“Sesuai pleno KPU menetapkan jumlah dukungan calon perseorangan pada Pilwalkot Makassar tahun 2018 sebesar 65.354 dukungan dari pengumpulan KTP,” kata Andi Syaifuddin.

Dia menambahkan, UU Pilkada No 10 Tahun 2016 menyatakan bahwa DPT di atas 1 juta maka persentase dukungan calon perseorangan sebesar 6.5% dari jumlah DPT. (*)

 


div>