SELASA , 16 OKTOBER 2018

Cakasek yang Aniaya Siswa, Terancam Disanksi

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 01 Februari 2016 17:21

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaaan (Wakasek) SMAN I Makassar, Iskandar, yang juga calon Kepala Sekolah yang sedang mengikuti tahapan seleksi, diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap siswanya, Muhammad Fathir Al Jafis, siswa kelas 10 IPA.

Kejadian yang berlangsung pada 27 Januari lalu, membuat orang tua Fathir, Jafrie Wijaya, terkejut. Jafrie tidak terima anaknya dianiaya oleh gurunya. Orang tua korban mendatangi kantor balai kota Makassar untuk melaporkan kejadian tersebut, Senin (1/2) ke Kabid Pengaduan dan Kabid Perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan Kota Makassar.

Berdasarkan keterangan Jafrie, kejadian berawal saat anaknya sementara mengikuti praktikum Biologi sore di sekolah itu. Namun Fathir keluar sejenak membantu temannya yang minta bantuan.

“Karena ada seorang teman yang tidak menggunakan baju lab, Fatir berinisiatif untuk menemani temanya untuk meminjam baju di kelas lain. Dalam perjalanan untuk meminjam baju itu, anak saya bertemu dengan Pak Iskandar. Anak saya ditanya mau ke mana. Fatir menjawab mau pergi pinjam baju les. Setelah itu, Iskandar langsung memegang bahu dan menendang anak saya,” kata Jefri mengutip cerita anaknya Fathir kepada wartawan di balai kota Makassar.

Jefrie menuturkan, berdasarkan informasi bukan untuk pertama kalinya Iskandar yang juga guru bahasa inggris ini memperlakukan siswa seperti itu. Menurutnya sudah banyak siswa yang menjadi korban bahkan sampai ada siswa yang pindah lantaran tidak tahan dengan perlakuan guru tersebut.

“Sudah banyak siswa yang menjadi korban pemukulan pak, bahkan guru-guru juga tidak luput jadi korbannya. Pokoknya saya akan usut kasus ini sampai rana hukum kalau dibiarkan akan jadi bumerang bagi siswa. Guru tenaga pengajar bukan penghajar,” tuturnya dengan nada keras di balai Kota.

Sementara itu, saat di balai Kota, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Tenri A. Palallo mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut dan akan ditindak lanjut sesuai aturan yang berlaku.

“Kita akan tindak lanjut, dalam hal ini akan kami kordinasikan dengan Dinas pendidikan untuk sama-sama mengatasi permasalahan tersebut,” terangnya.

Dikatakan ketika Dinas pendidikan yang menangani Maka pihanya siap mengawal namun ketika sampai di rana polisi maka pihanya tidak bisa mencampuri.

“Tergantung kalau dirana polisi kami tidak bisa campuri, tapi kalau di Dikbud kami kawal,” tutupnya.


div>