SENIN , 23 JULI 2018

Cakepsek Wajib Bayar Rp890 Ribu

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 10 Februari 2016 12:01
Cakepsek Wajib Bayar Rp890 Ribu

int

PENULIS: SURYADI
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lelang jabatan Calon Kepala Sekolah (Cakepsek) lingkup Pemerintah Kota Makassar memasuki tahapan tes kesehatan. Rencananya tes kesehatan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum (RSU) Daya Makassar, pekan depan.

Anehnya, para calon pimpinan Sekolah tersebut dibebankan membayar Rp 890 ribu per orang. Padahal sebelumnya telah dianggarakan keseluruhan oleh Pemkot Makassar proses seleksi kepsek hingga selesai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengatakan, para calon kepala sekolah lingkup SD, SMP dan SMA/SMK yang lulus uji publik atau rekam jejak diwajibkan mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes kesehatan dengan biaya Rp 890 ribu per individu.

“Minggu depan tes urine Cakepsek di RS Daya. Biaya Rp 890 ribu per orang. Biaya ditanggung sendiri Cakepsek. Karena tes kesehatan atau urine yang disebut tes narkoba Dikbud bekerjasama dengan Badan Narkotika (BNK) Makassar dan tim medis RS Daya,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Selasa (9/2).

Sebelumnya anggaran yang disediakan Pemkot Makassar kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam lelang jabatan Cakepsek tersebut sebesar Rp 800 juta untuk tahapan seleksi hingga penetapan. Namun kini memasuki tahapan tes kesehatan, para  Cakepsek justru dibebankan Rp 890 ribu.

Menurut Ibe–sapaan akrab Ibrahim, biaya Rp 890 ribu tersebut untuk makan minum para medis dan tim BNK selama tes kesehatan berlangsung.

“Untuk waktu yang dibutuhkan tes urine sekitar 5 hari. Pemkot juga tidak membebankan biaya kepada Cakepsek tapi hanya kewajiban memeriksa kesehatanya para cakesek. Kalau ada teridentifikasi pernah menkonsumsi narkoba, dipastikan gugur alias tidak lolos,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Ibrahim juga memastikan, diantara para Cakepsek yang akan mengikuti tes urine, diprediksikan sebagian terindikasi pernah mengkonsumsi narkoba.

“Bukan menduga, tapi kita beranggapan pasti ada yang pernah menggunakan narkoba. Pemeriksaan nanti, dipastikan terbuka dan objektif,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, setelah dinyatakan lolos pada tahapan tes uji publik, 435 orang calon kepala sekolah  tersebut akan menjalani tes kesehatan narkoba.

“Kepala sekolah harus punya kredibilitas, integritas, mental, serta memiliki jiwa sehat jasmani. Olehnya, para cakasek ini akan dites kesehatannya,” ujarnya.

Selain tes kesehatan, lanjut Danny, para Cakepsek diajarkan bela negara. Pembekalan ini nantinya akan dilakukan bersamaan dengan pengawas dan wakil kepala sekolah.

“Kita segera benahi sebelum ditempatkan dimana mereka ditempatkan, saya ingin mereka juga di training bela negaraan, kepemimpinan mereka, dan beberapa hal,” katanya.

Lebih lanjut, Danny mengatakan, bela negara dilakukan agar para kepala sekolah nantinya bisa kompak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar. Bahwa tidak ada lagi saling iri, dan selalu menganggap dirinya punya kekuasaan untuk memilih sekolah yang disukainya.

[NEXT-RASUL]

“Saya mau kasi kompak semua, jangan lagi ada yang oportunis bahwa mau pilih-pilih sekolah, mereka harus tahu misinya apa? saat menjadi kepala sekolah, tentu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di kota ini,” jelas Danny.

Danny menegaskan, kepada kepala sekolah yang lolos untuk tidak pilih-pilih penempatan sekolah. “Ada hal yang misalnya pada saat ditentukan sekolahnya terus mereka tidak mau, terus mereka izin memilih sekolah. Berarti mereka mundur karena tidak lagi ada jalannya menentukan sekolah, sekarang pemerintah kota yang menentukan,” kata Danny.

Ia pun berharap, semua kepsek yang lolos dapat mengemban amanah sebaik-baiknya, karena mereka memiliki mental yang lebih kuat ke depan.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar Ariati Puspa Abadi mengatakan, proses Lelang Jabatan Kepala Sekolah di Makassar mengunakan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk honor tim seleksi (timsel). “Sekitar Rp 800 juta anggaran dari pemkot yang digunakan seleksi Cakepsek,” ujarnya belum lama ini.

Sekedar diketahui, dalam pengumuman uji publik beberapa waktu lalu, tercatat 435 Cakepsek yang dinyatakan lulus uji publik dan akan mengikuti tes kesehatan, dengan rincian  SMK 9 orang, SMA 22 orang, SMP 39 orang, dan SD 365 orang.


Tag
div>