SELASA , 22 JANUARI 2019

Caleg Berebut Tandem

Reporter:

Iskanto

Editor:

Jumat , 21 Desember 2018 13:45
Caleg Berebut Tandem

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hampir semua partai politik mengharamkan tandem dengan caleg di luar partai mereka. Di sisi lain, memang tandem sesama caleg dibutuhkan untuk mempermudah sosialisasi mereka.

Sejumlah caleg DPR RI pun berlomba-lomba mencari tandem, dengan menggandeng caleg-caleg DPRD provinsi dan kabupaten yang dianggap potensial.

Di PAN misalnya, Ashabul Kahfi, Muchtar Tompo, dan Irwan Zulkarnaen, merupakan tiga caleg DPR RI yang berupaya mendapatkan dukungan dari caleg provinsi atau kabupaten. Di Gerindra, Azikin Sulthan juga mengandalkan caleg-caleg di kabupaten/kota untuk ikut mensosialisasikannya. Ia bahkan telah mengumpulkan seluruh caleg Kota Makassar.

Di NasDem, ada Tenri Olle YL dan Indira Chunda Thita YL. Meski caleg NasDem sebagian besar merapat ke Tenri, adapula yang mendekati Thita YL.

Ashabul Kahfi tidak menampik adanya sistem tandem tersebut. Meski demikian, hal tersebut tergantung mekanisme yang dipakai oleh caleg. “Soal sistem tandem itu dikembalikan ke caleg. Kita inginkan sesama kader PAN di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sinergi dengan caleg DPR RI yang dianggap tepat,” tuturnya.

Ketua DPW PAN Sulsel itu mengaku, caleg DPR RI sudah tentu akan main tandem dengan caleg yang berada di provinsi atau kabupaten/kota. “Tapi ada juga caleg yang bisa saling membantu meski tanpa tandem. Namun, akan di jalankan sesuai perintah partai. Jadi banyak hal bisa kita lakukan, tergantung komunikasi dengan caleg di bawa,” pungkasnya.

Sementara Azikin Sulthan menuturkan jika semua caleg Partai Gerindra adalah mitra kerja. “Saya anggap menjadi caleg adalah sistem yang tidak bisa berdiri sendiri, karena kalau satu orang bekerja itu tidak mungkin bisa berhasil,” tuturnya.

Politisi Gerindra ini menyebutkan, jika caleg Partai Geridra dibebaskan untuk memilih siapa yang akan ditemani bersosialisasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Semua caleg adalah partner dalam rangka memperoleh suara partai. Kemenangan harus diraih dengan satu tim dan ini saya lakukan sejak lima tahun lalu,” ujarnya.

Azikin Sulthan juga menuturkan jika dirinya masih mengandalkan relawan yang mengatar dirinya menjadi anggota DPR RI pada tahun 2014 lalu. “Saya tetap pelihara konstituen dan tetap melakukan komunikasi sejak lima tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto mengatakan jika sistem tandem akan saling menguntungkan bagi caleg.

“Intinya, banyak caleg ditingkat kabupaten memiki jaringangan politik yang bagus, tapi tidak memiliki modal ekonomi. Sementara caleg DPR RI memilki modal ekomoni tapi kesulitan mendapatkan dukungan ke bawah. Sehingga sistem tandem ini bagus,” kata Andi Ali.

Menurutnya, caleg DPR RI akan lebih banyak membatu caleg DPRD kabupaten/kota dalam hal finansial. Sementara Caleg DPRD kabupaten/kota membantu caleg DPR RI berupa suara di Dapilnya.

“Akan saling membantu. Caleg DPRD kabupaten/kota bisa saja dapat dana operasional dari caleg DPR RI,” tuturnya.

Dengan sistem ini, kata Andi Ali, para caleg akan lebih hemat dalam hal pendanaan dari pada harus membuat tim hingga ke pelosok-pelosok daerah. (yad-fah)


div>