SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Caleg DPR RI, Risman Pasigai: Berpolitik Adalah Jalan Pengabdian

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Jumat , 05 Oktober 2018 15:11
Caleg DPR RI, Risman Pasigai: Berpolitik Adalah Jalan Pengabdian

Risman Pasigai. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM  – Berpolitik menjadi jalan hidup Muhammad Risman Pasigai (MRP), setelah berproses di sejumlah organisasi Kemahasiswaan dan kepemudaan di Sulawesi Selatan hingga melakukan hijrah ke pusat.

Di masa kuliah Risman tergolong pemuda yang memiliki talenta yang baik. sebagai mahasiswa ia tergolong gigih sebagai agen perubahan mengawal kepentingan rakyat dengan memilih turun ke jalan menyuarakan kepentingan rakyat sehingga kerap berhadapan dengan aparat keamanan.

“Saya sebagai caleg DPR RI Sulsel satu. Bagi pribdi, berpolitik adalah jalan pengabdia untuk masyarakat,” ujanya, Kamis (4/10).

Dalam perjalanan karir selama duduk di bangku kukia. Pemuda kelahiran Kabupaten Bantaeng dikenal sebagai mahasiswa yang vokal. Tak jarang ia bersama rekannya turun kejalan memprotes kebijakan pemerintah, meski harus berhadapan dengan aparat.

Risman menjadi mahasiswa di era Reformasi tiba. Bersama mahasiswa Makassar lainnya, perjuangan keras dilakoninya.

“Tak jarang saya dan teman-teman berhadapan melawan intimidasi aparat, termasuk ketika issu Sulawesi Merdeka yang disuarakan mahasiswa pada saat itu,” kenang Risman.

Bahkan, ia pernah menjadi korban penembakan aparat saat Sekretariat HMI cabang Makassar, diserang polisi di era 2000-an. Ia menjadi korban saat mempertahankan idealisme bersama rekan-rekannya di organisasi hijau hitam itu.

Keberingasan aparat nyaris melekat pada dirinya, hingga pernah ditahan di sel Polrestabes Makassar karena urusan demonstrasi menentang kebijakan pemerintahan di masa kepemimpinan Presiden Gus Dur.

Karena kontinyuitas perjuangannya, pria kelahiran Bantaeng 17 Maret 1978 ini menjadi tumpuan harapan penghuni kampus STIE YPUP di mana ini menempuh pendidikan tinggi. Terakhir ia dipercaya menjadi Presiden BEM di kampus.

“Dunia aktivis lah yang kemudian mengantar saya bergaul secara nasional dengan mengikuti pertemuan pertemuan mahasiswa secara nasional,” katanya.

Dari situ ia terus berjuang dan bergabung dengan beberapa organisasi eksternal yang digelutinya dengan baik, salah satu yang mencolok kala ia berseragam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Risman termasuk aktivis HMI yang secara struktural dan Perkaderan tergolong paripurna, di HMI mulai dari LK I sampai LK III dan secara Struktural mulai dari Komisariat sampai sempat menjadi Ketua Pengurus Besar HMI di Jakarta.

Selama Mahasiswa Risman juga sebagai aktivis Pers Mahasiswa, LPM Watak, Lapmi HMI Makassar bahkan sempat menjadi Presidium Perhimpunan Pers Mahasiswa Makasaar di kala itu

Hijrah Ke Jakarta, adalah mimpi besarnya selama mahasiswa tentu ia tak sendiri. Bersama sejumlah mahasiswa Makassar di era 2000-an, Risman yang kerap dipercaya menjadi orator perjuangan mahasiswa ini sukses memperlihatkan aktivitasnya sebagai pers mahasiswa muslim kala itu.

“Apalagi, kala itu ia dipercaya menjaid Ketua PB HMI,” ungkapnya.

Bersamaan dengan itu, alumnus STIE YPUP Makassar ini juga memiliki karir cemerlang saat aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) selama 3 periode kepengurusan.

Terakhir di DPP KNPI pusat tercatat sebagai Ketua Bidang Organisasi. Lalu dipercaya menjadi plt ketua KNPI di beberapa provinsi yang ketuanya sedang dalam masa transisi, seperti Papua Barat dan Kalimantan Timur.

Selain itu, ia pernah berlabuh di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan hingga puncaknya diangkat menjadi Ketua DPP AMPI.

Menghadapi persaingan keras di Jakarta, toh Risman tetap eksis. Ia lalu terjun ke dunia politik dan bergabung di Partai Golkar Tentu ia punya alasan.

“Aktivis HMI banyak dibina oleh senior senior yang sukses dari sulsel yang sukses di jakarta termasuk ketika menempuh pendidikan strata dua di jakarta,” tuturnya.

Bukan berarti ia memilihnya sendiri. Namun, boleh dibilang Golkar meminang karena bakatnya. Golkar menilai Risman pribadi berkarakter yang harus dibina sebagai generasi pelanjut.

Idrus Marham, Nurdin Halid, Muhammad Yasir, Aburizal Bakrie, dan sejumlah tokoh partai beringin di Jakarta menggiringnya mendalami jejaring politik dengan mengawal aktivitas politik di daerah dari pusat.

“Di kepengurusan Golkar Sulsel, saya pernah pula dipercaya menduduki kursi kepengurusan di masa kepemimpinan Amin Syam dan Syahrul Yasin Limpo,” terangnya.

Dari situ, perlahan ia matang dan mafum bahwa politik sesungguhnya adalah jalur pengabdian. Yah, mengabdi untuk rakyat, untuk bangsa dan negara, salah satunya ditekuni di dunia politik.

“Rakyat butuh pengawalan. Lewat partai, rakyat butuh harapan bagaimana agar mereka terlayani dengan baik oleh pemerintah. Berpolitik itu adalah jalan pengabdian,” kata Risman.

Di partai tua yang kental dengan cara berpolitik dewasa ini, Risman dengan usia yang baru menjejaki 40 tahun dipercaya menjadi pengurus teras; sebagai Wakil Ketua Bidang organisasi

Karir politik di usia muda boleh disebut cemerlang. Jiwa politiknya makin dalam. Selain menduduki kursi kepengurusan di DPD Golkar Sulsel dan DPP,  mahasiswa Pasca Sarjana Program Ekonomi Politik Unas Jakarta ini, lalu dipercaya menjadi Juru Bicara (Jubir) bakal pasangan calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Pilgub Sulsel 2018.

“Kalau alasan jadi Jubir NH-Aziz, jelas saya hanya menjalankan amanah Pak NH yang meminta saya untuk menjadi Jubirnya pada Pilgub Sulsel 2018 nanti. Karena bagi saya berjuang di politik itu adalah keniscayaan. Menangkan NH-Aziz adalah keharusan,” ujarnya.

Meski belum sukses di Pilgub Sulsel, nama Risman Pasigai cukup populer. Kerap menjadi pilihan utama awak media menjadi narasumber. Tak lain karena blak-blakan, apa adanya, dan sangat bersahabat dengan siapa saja termasuk kepada awak media.

Tak hanya di politik, ia juga pernah memimpin sejumlah perusahaan besar yang dikelola bersama rekannya, sebuta saja menjadi Direktur Utama PT Maradeka Semesta Utama dan Komisaris Utama PT Aspirasi Media Perkasa, PT.Kios Uang yang kerja sama dengan PT.Telkom

Lahir dari pasangan keluarga sederhana di Bulukumba memaksanya memiliki impian yang besar. Tak sekadar mengubah nasib, tapi targetnya adalah dapat mengabdi dan bermanfaat untuk orang banyak.

Ayahnya yang seorang guru dari kecil menanamkan sebuah pengabdian tanpa pamrih. Hidup akan bermanfaat jika setiap orang menaruh harapan padanya.

Karena itu, menghadapi Pileg 2019, Partai Beringin memberikan kepercayaan maju sebagai calon legislatif nomor urut 8 untuk DPR RI Dapil I meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Selayar.

“Bagi saya dipercaya oleh Partai Golkar untuk DPR RI di sulsel adalah amanah dan kepercayaan yang luar biasa bagi saya. Ini sulsel bung,” ucapnya.

Bersama caleg lainnya di Dapil I ini, beberapa seniornya ikut bergabung. Namun, Risman disebut-sebut memiliki peluang besar lolos. Salah satunya karena kreatifitas mudanya masih kental. Saatnya parlemen dihuni orang-orang muda agar cekatan melayani rakyat.

“Saya dari keluarga biasa saja, ayah saya almarhum adalah guru sekolah dan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT) sebagai mana lazimnya, kebetulan saya hanya dua orang bersaudara dan saya anak ke dua. Saya ingin berjuang untuk keluarga dan mengabdi bagi bangsa,” katanya.

Sebagai politikus muda, Risman menitipkan harapan untuk generasi muda masa kini dan masa akan datang. Ia menginginkan agar pemuda senantiasa hadir dalam setiap dinamika bangsa.

“Tentunya melalui gagasan-gagasannya sehingga, bangsa ini bisa bangga dengan hadirnya pemuda. pemuda harus berani berpolitik,” pungkasnya.

DATA DIRI:
Nama: Muhammad Risman Pasigai
TTL : Morowa Bantaeng, 17 Maret 1978

Pendidikan terakhir: Strata 1 Jurusan Manajemen STIE YPUP Makassar
Kuliah di Strata 2 Ilmu Politik (Program Ekonomi Politik) Unas Jakarta

Organisasi :
1. HMI Cabang Makassar
2. Badko HMI Sulawesi (2000)
3. Presiden Mahasiswa BEM STIE YPUP (2001)
4. Ketua PB HMI (2002)
5. Wakil Ketua AMPI Sulsel (2014)
6. Ketua DPP AMPI (2018)
7. Bidang Pemuda DEPINAS SOKSI (2018)
8. Ketua Organisasi DPP KNPI (2018)
9. Wakil Ketua PD AMPG Sulsel (2014)
10. Pengurus DPP Partai Golkar (2016-2017)
11. Wakil Ketua Organisasi Golkar Sulsel (2018)
12. Plt Ketua DPD KNPI Papua Barat (2018)
13. Plt Ketua DPD KNPI Kalimantan Timur (2018)

Pengalaman Karir:
1. Direktur Utama PT. Maradeka Semesta Utama
2. Komisaris Utama/Direksi PT. Aspirasi Media Perkasa
3. Direktur PT.Kios Uan
4. Delegasi Pemuda Indonesia Pertemuan Pemuda ASEAN
5. Delegasi Pemuda Indonesia KNPI Indonesia-Malaysia
6. Juru Bicara NH-Aziz.


div>