RABU , 19 DESEMBER 2018

Caleg Mulai Diserang Isu Hoax

Reporter:

Iskanto

Editor:

Selasa , 09 Oktober 2018 10:40
Caleg Mulai Diserang Isu Hoax

DISERANG HOAX. Caleg Partai Berkarya untuk DPRD Kota Makassar, Ahmad Dimas Parawansa, saat bersilaturahmi dengan warga. Dimas diserang isu hoax jika namanya tidak masuk dalam DCT. ARINI PRATAMI/RAKYAT SULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang akan bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg), mulai diserang isu hoax. Jika dibiarkan, hal tersebut tentunya akan mengganggu jalannya proses demokrasi.

Sebut saja Caleg Partai Berkarya untuk DPRD Kota Makassar, Ahmad Dimas Parawansa. Beredar kabar jika Caleg Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Ujung Pandang, Makassar dan Rappocini itu tak masuk Daftar Calon Tetap (DCT).

Kabar tersebut pun dibantah oleh Dimas. Dimas menegaskan jika namanya sudah masuk DCT yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), beberapa waktu lalu.

“Saya mulai diserang isu hoax. Ada yang menyebarkan jika saya tak masuk DCT, itu tidak benar,” tegas Dimas, Senin (8/10).

Dimas berharap agar caleg atau tim caleg lain tidak membuat informasi aneh yang dapat merugikan caleg lainnya. “Mari berkompetisi secara sehat. Hindari hal-hal yang dapat merusak jalannya pesta demokrasi ini,” ujar Dimas.

Ia juga mengimbau kepada seluruh Caleg agar menciptakan Pilkada Damai, tidak menggunakan cara-cara buruk. Seperti menyebarkan berita bohong, fitnah, hingga ujaran kebencian, hanya sekadar mendapatkan sentimen dan simpati pemilih.

“Mari berkomitmen untuk menciptakan Pilkada Damai,” ajaknya.

Ketua Partai Berkarya Makassar, Yusuf Gunco, membenarkan jika Dimas sudah masuk DCT Partai Berkarya. “Kabar jika Dimas tak masuk DCT itu tidak benar. Saya tegaskan jika Dimas adalah caleg Partai Berkarya yang sudah masuk DCT,” singkat Yugo, sapaan akrab Yusuf Gunco.

Caleg lain yang diserang hoax adalah Hardiman Rewa. Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk DPRD Jeneponto Dapil Tamalatea dan Bontoramba ini mendapat serangan di sosial media. Iapun memilih jalur hukum untuk penyelesaiannya.

“Ada isu hoax yang disebar di akun sosial media, yang menyerang saya secara pribadi. Dan tentu ini merusak citra saya sebagai politisi yang akan bertarung di Pileg. Tapi, tim hukum saya sudah melaporkan ke Polda dan sementara berproses. Saya memilih menyelesaikan lewat proses hukum,” tegasnya. (*)


div>