JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Caleg Mulai Melanggar

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Senin , 29 Oktober 2018 07:40
Caleg Mulai Melanggar

ilustrasi APK (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sudah satu bulan lamanya masa kampanye Pemilu 2019 dimulai. Sejumlah pelanggaran kampanye mulai tampak dilakukan calon legislatif (Caleg). Salah satunya Alat Peraga Kampanye (APK) caleg yang ditempel di angkutan kota (Angkot).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel sendiri telah menerima laporan pelanggaran tersebut. Namun hal tersebut baru sebatas penyampaian lisan, bukan melalui surat. “Tapi itu menjadi bahan kami untuk melakukan investigasi,” kata Komisioner Divisi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad.

Meski demikian, Syaiful enggan membeberkan nama caleg tersebut. Dalam aturan PKPU, kata Syaiful, memang melarang peserta Pemilu 2019, baik partai politik, calon presiden dan wakil presiden dan calon anggota legislatif memasang APK dan bahan kampanye di tempat atau fasilitas umum.

“Di PKPU itu fasilitas umum dilarang (memasang APK). Misalnya kalau dipasang di mobil angkutan umum jelas itu menjadi fasilitas umum. PKPU melarang,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada seluruh Bawaslu kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan dinas perhubungan (Dishub) setempat dalam melakukan penertiban. Ia berharap, peserta Pemilu tak melanggar aturan kampanye.

Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sulsel, Faisal Amir menegaskan, selain di angkutan umum, peserta Pemilu dilarang keras memasang APK di fasilitas umum seperti tempat ibadah, rumah sakit dan gedung milik pemerintah.

“Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, gedung milik pemerintah dan lembaga pendidikan dilarang keras dijadikan lokasi pemasangan alat peraga. Semoga menjadi perhatian untuk semua peserta,” sebutnya.

“Pemasangan APK harus memperhatikan etika, estetika, kebersihan, keindahan, dan keamanan. Itu penting,” jelas mantan Ketua KPU Takalar tersebut.

Sebelumnya, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar mengonfirmasi jika pihaknya telah menemukan beberapa kasus dugaan pelanggaran.

“Untuk saat ini ada beberapa kasus dugaan pelanggaran yang sementara dalam tahap investigasi dan masih berproses,” kata Komisioner Bawaslu Makassar, Abdul Hafid, saat dikonfirmasi, Jumat (26/10).

Pihaknya belum bisa menerangkan jumlah dugaan pelanggaran Pileg yang ditemukan oleh Bawaslu Makassar. Karena ia belum melakukan akumulasi terkait jumlahnya. Apalagi, ada juga kasus dugaan pelanggaran yang masih diproses di tingkat Panwascam.

“Mengenai jumlahnya belum bisa kami akumulasi, karena ada yang juga sementara berproses di tingkatan Panwascam,” ujarnya.

Meskipun seperti itu, Hafid memastikan jika dugaan pelanggaran yang sementara diproses oleh Bawaslu Makassar didominasi oleh pelanggaran terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK).

“Ada juga (dugaan pelanggaran perusakan APK). Tapi kami masih dalam tahap investigasi dan masih berproses,” ungkapnya. (*)


div>