SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Caleg PDIP Wajib Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Jumat , 05 Oktober 2018 09:20
Caleg PDIP Wajib Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf

Ketua PDI Perjuangan Sulsel, Andi Ridwan Wittiri

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel mewajibkan kepada seluruh Calon Legislatif (Caleg) agar melibatkan pasangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam setiap agenda kampanye pribadinya.

Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri mengatakan apapun perintah untuk memenangkan pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan dilaksanakan dengan baik.

“Kami kader atau Caleg PDI Perjuangan sudah melaksanakan perintah untuk kampanyekan Jokowi-Ma’ruf,” kata ARW–sapaan akrab Andi Ridwan Wittiri.

Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, pangan itu menegaskan bagi kader yang tidak menjalankan perintah akan diberikan sanksi tertentu, terkhusus untuk seluruh kabupaten/kota se-Sulsel.

“Ada sanksinya nanti. Tapi belum kita beberkan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengaskan partainya akan memberikan sanksi kepada kader dan Caleg yang tidak total memberikan dukungan kepada pasangan Caspres Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang.

“Harga mati bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Jadi jangan kan tidak mendukung, setengah-setengah saja akan kena sanksi,” kata Rudy.

Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menambahkan tidak ada lagi alasan bagi Caleg PDIP untuk mendukung kandidat lain. Menurutnya, bagi Caleg yang mbalelo dan ke depan terpilih menduduki satu kursi, maka PDIP tidak segan-segan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Yang dibutuhkan dari Caleg itu harus totalitas, karena Pak Jokowi bukan orang lain, dia adalah kader PDIP, sehingga soliditas PDI Perjuangan harus menjadi contoh,” jelasnya.

Ia mengaku Caleg itu adalah orang pilihan dan orang terhormat partai. Sehingga jika orang terhormat tidak menjalankan amanah partai, maka partai tentu saja akan memberikan sanksi tegas.

“Cita-cita partai paling luhur adalah merebut kekuasaan secara konstitusinal. Dan kalau tidak dibantu oleh Caleg partai kan, kasihan,” pungkasnya. (*)


div>