RABU , 14 NOVEMBER 2018

Calon Bupati Takalar, Komunitas Warga Takalar Ingin dari Akademisi

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 10 Februari 2016 11:56

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komunitas Masyarakat Takalar penggemar Warkop Kembar Tinumbu Makassar, mulai intens mencermati perkembangan suksesi bupati Takalar, melalui pemberitaan di sejumlah media, baik cetak maupun online.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, mereka menemukan bahwa sejumlah nama yang meramaikan bursa Pilkada Takalar, pada umumnya didominasi dari kalangan politisi.

Dalam diskusi kecil yang di Warkop Kembar Tinumbu, Selasa (9/2), anggota komunitas warkop kembar berharap, bakal calon orang nomor satu Takalar tidak hanya dari kalangan partai. Mereka bahkan menginginkan lebih banyak calon dari kalangan akademisi yang bisa maju.

Ruslan Dg Talli, Ketua Komunitas Masyarakat Takalar wilayah Wajo, Tallo dan Bontoala, mengungkapkan, pihaknya justru menghendaki calon bupati Takalar mendatang dari kalangan akademisi atau birokrat. Menurutnya, sudah banyak kabupaten dan kota yang dipimpin oleh akademisi dan birokrat, yang berkembang pesat.

Hal yang sama juga disampaikan Nasrullah Rahim, warga Takalar yang juga mantan politisi Partai Hanura. Dia mengatakan, beberapa kabupaten dan kota yang yang bupatinya dari kalangan akademisi, mampu membawa daerahnya berkembang pesat.

Nasrullah lalu menunjuk Wajo saat dinakhodai Prof Dr Ir Radi A Gani, Tana Toraja bersama Prof Dr TR Andi Lolo), Bantaeng yang saat ini dipimpin Prof Dr Ir Nurdin Abdulah, atau Takalar sendiri saat bupati dijabat Dr H Syahrul Saharuddin.

Bahkan, kata Nasrullah, Sulsel mengalami kemajuan saat dipimpin gubernur dari akademisi yakni Prof Dr Achmad Amiruddin, selama dua periode. Disebutkan bahwa program Gubernur Achmad Amiruddin saat itu yang sangat terkenal adalah petik, olah dan jual.
Khusus Syahrul Saharuddin, Nasrullah mengatakan, mantan bupati Takalar itu bukan putra daerah, tetapi mampu memajukan Takalar lebih baik.

“Saya pikir, Takalar tidak kekuarangan sumber daya. Dari kalangan akademisi, beberapa putra Takalar sudah bergelar profesor, doktor. Demikian juga banyak birokrat yang potensial bisa didorong menjadi calon bupati Takalar periode mendatang,” kata Nasrullah.

Nasrullah menambahkan bahwa dirinya juga tidak ingin rakyat Takalar tersandera oleh kepentingan politik. “Kita ingin bupati hanya berpkir untuk kesejahteraan masyarakat Takalar. Jadi, calon bupati Takalar tidak harus putra daerah. Kalau ada orang yang dianggap potensial bisa memajukan Takalar sekalipun bukan putra daerah, tidak ada masalah. Yang penting bisa memajukan Takalar dan mampu mensejahterakan masyarakat Takalar. Kasihan Takalar yang kaya potensi sumber daya alam tapi kemajuan pembangunannya sangat lamban. Ini mungkin karena yang memimpin Takalar bukan dari akademisi,” tandasnya.


Tag
  • Pilkada
  •  
    div>