JUMAT , 19 JANUARI 2018

Calon Bupati Takalar Masih Minim Program

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 22 September 2012 10:55
Calon Bupati Takalar Masih Minim Program

Para calon bupati Takalar setelah mengikuti debat kandidat kemarin.

Para calon bupati Takalar setelah mengikuti debat kandidat kemarin.

TAKALAR – Kapasitas para kandidat bupati dan wakil bupati Takalar dalam memaparkan program strategis mereka dinilai masih sangat minim. Padahal, menurut Profesor Nuru Ilmi Idrus, panelis dalam debat calon wakil bupati Takalar, Jumat (21/9) kemarin, konsep strategis yang dikemas dalam visi-misi para kandidat sangat ingin diketahui dan dikenal oleh masyarakat.

“Paparan mereka masih sangat kurang, sementara masyarakat ingin mengetahui secara konkret tindakan serta bentuk dari program mereka,” kata Ilmi, kemarin.

Seperti halnya program strategis yang ditawarkan oleh calon wakil bupati Nashar Andi Baso dalam debat tersebut, Ilmi mengangap hal tersebut sudah bagus yaitu tentang pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis gender. Akan tetapi, menurut dosen antropologi Universitas Hasanuddin Makassar ini, yang bersangkutan tidak bisa menjelaskan secara detail seperti apa konsep realisasi di lapangan.

“Banyak jawaban dari kandidat calon wakil bupati ini tidak nyambung dengan pertanyaan para panelis, apalagi terkait dengan pertanyaan yang prinsipil,” tambahnya.

Selain itu, Profesor Nurul Ilmi juga menegaskan bahwa dari kesimpulan debat tersebut masih banyak kekurangan sana-sini terkait pengetahuan kandidat wakil bupati tentang program mereka ketika terpilih.

“Masyarakat kan tidak mau dijanji, mereka mau mendengar dan melihat langsung apa yang bisa diberikan oleh kandidat calon wakil bupati kepada masyarakat,” lanjut Profesor Ilmi.

Lain halnya dalam kegiatan debat calon bupati Takalar yang digelar lebih awal, Andi Syukri Samsuri, panelis dari Universitas Muhammadiyah Makassar, menilai program visi-misi tentang peningkatan kesejahteraan rakyat, dinilai cukup realistis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Takalar sekarang ini.

“Semua kembali kepada masyarakat mengenai pilihan mereka. Saya kira para calon bupati memiliki kompetensi dan kapasitas untuk menjadi pemimpin,” kata Syukri.

Debat kandidat tersebut bertempat di Gedung Islamic Center, Takalar. Kegiatan tersebut diikuti oleh semua calon bupati dan wakil bupati. Sesi pertama menampilkan kandidat calon bupati, kemudian disusul kandidat calon wakil bupati.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ahyar Anwar, akademisi dari Universitas Negeri Makassar, serta Muh. Yusuf Said, jurnalis dari Makassar. Para kandidat terlihat begitu antusias menjawab pertanyaan dari panelis dan pertanyaan dari sesama kandidat.

Seperti pertanyaan Burhanuddin Baharuddin, calon bupati dari Partai Golkar, yang mempertanyakan komitmen siap kalah kepada calon lainnya. “Apa yang akan anda lakukan kalau nantinya kalah?”

Menurut Achmad Daeng Sere, calon bupati lainnya, dirinya akan menghargai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dan dia menyatakan bersedia mendukung kandidat yang dipilih oleh masyarakat. Adapun Andi Makmur, Wakil Bupati Takalar, yang saat ini kembali ikut terlibat dalam pencalonan bupati menambahkan, bahwa dia akan konsisten dengan komitmen siap kalah, serta tetap menjaga kondisi Takalar yang aman dan damai.

“Kita berharap Pilkada Takalar bisa menjadi salah satu contoh proses politik yang santun dan damai,” ujar Makmur.

Ketua KPU Takalar, Faisal Amir, mengatakan program debat ini bertujuan untuk lebih mengenalkan visi-misi mereka kepada masyarakat, sehingga pemilih bisa memilih calon yang menurut mereka berkualitas.

“Jadi ini bukan ajang untuk mencari program mana yang benar dan salah. Biarkan masyarakat yang melakukan penilaian sendiri, mana yang menurut mereka berkualitas,” kata Faisal. (RS1/D)


Tag
div>