SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Camat dan Lurah Kena Sanksi, Kalau Tak Mau harus Nikahi Nenek Sahen

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 25 April 2017 10:32
Camat dan Lurah Kena Sanksi, Kalau Tak Mau harus Nikahi Nenek Sahen

Bupati Puwakarta, Dedi Mulyadi ketika berinteraksi dengan salah seorang Nenek Sahen (Rmol Jabar/JawaPos Grup)

RAKYATSULSEL.COM – Apa yang dilakukan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi patut diacungi jempol. Kendati berlabel sebagai orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Dedi tak sungkan untuk berinteraksi secara langsung dan spontan kepada warganya.

Akhir pekan kemarin, Kang Dedi-sapaannya- membuat geger, saat bertemu dengan seorang pemulung bersama Sahen di ruas jalan Cibungur. Ketika itu, Dedi berencana bertolak menuju ke sebuah acara.

Ketika melintas, Dedi melihat Sahen, dengan usianya yang sudah renta, tengah memungut barang bekas di tong sampah. Seketika, Dedi terpanggil dan turun dari mobilnya.

Berikut adalah percakapan Dedi yang ditulis lewat akun Facebook miliknya:

Kemarin pagi di perjalanan menuju Bungursari, saya agak menengok ke kiri dan kanan jalan.

Di sebelah kanan jalan, tepatnya di Parapatan Haji Iming. Saya melihat seorang Ibu tua sedang menggendong barang bekas, baju yang beliau kenakan nampak lusuh.

Saya meminta sopir untuk berhenti, kemudian saya menghampiri sang Ibu. Ternyata Sang Ibu bernama Sahen, warga Kaum Kaler, Cipaisan.

Dia bercerita, hidupnya sebatangkara, meski memiliki satu anak. Dia mengeluh karena tidak mendapat jatah beras perelek. Saya tertegun dan merasa berdosa.

Saya antar Ibu Sahen pulang ke rumahnya, sambil saya titip bekal untuk beberapa bulan.

Camat dan Lurah saya tegur, serta saya beri peringatan keras. Mengapa ada warga miskin tidak mendapatkan alokasi? 

Sebagai sanksi atas kelalaian Camat dan Lurah, honor dan tunjangan mereka selama 3 bulan ke depan harus diserahkan kepada Ibu 

Sahen. Jika tidak mau, maka mereka harus menikahi Ibu Sahen. Sok milih lah, rek milih nu mana?.


div>