• Rabu, 30 Juli 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Capek Urus Pemuda

Senin , 29 Oktober 2012 10:04
Total Pembaca : 343 Views
Jamaluddin M Syamsir

Baca juga

MOMENTUM Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober menjadi pekerjaan ekstra keras bagi KNPI. Pasalnya sebagai organisasi yang menasbihkan perjuangan pemuda tentunya menjadi tanggung jawab KNPI dalam memberikan pemahaman, pembelajaran bagi para pemuda-pemudi sebagai generasi pelanjut masa depan bangsa dengan kegiatan.

Khusus KNPI Sulsel sudah setiap tahunnya wajib melakukan upacara sebagai penghormatan bagi kaum-kaum muda terdahulu yang berjuang memperjuangkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Wartawan Harian Rakyat Sulsel yang mencoba menghubungi telepon seluler Ketua KNPI Sulsel, Jamaluddin M Syamsir, Minggu (28/10) malam untuk berbincang-bincang mengenai aktivitasnya dalam momentum sumpah pemuda, sempat 10 kali dihubungi baru bisa mengangkat teleponnya.

“Maaf dinda, baru saya liat telepon ta. Ketiduran kah, capek sekali kah,” ucapnya dengan nada letih.

Mantan Ketua HMI Cabang Gowa Raya ini mengatakan,  jika Minggu (28/10) pagi dirinya bersama anggota KNPI Sulsel mengikuti upacara bendera di Rujab Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Jalan Sudirman, sebagai bentuk mengenang perjuangan pemuda-pemudi terdahulu yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa sampai pada merdeka saat ini.

“Tadi pagi (kemarin) saya upacara di Rujab, dan kebetulan sebelum upacara baru pulang dari Toraja selama beberapa hari mengikuti kegiatan DPD II KNPI Toraja di sana, makanya masih letih ini dinda,” ujarnya.

Lebih lanjut Alumnus UIN Alauddin Makassar ini mengaku sudah menjadi konsekuensi sebagai ketua. “Yah sudah konsekuensi itu, tapi yang saya mau katakan di sini bukan itunya, tetapi bagaimana KNPI Sulsel terus memberikan pencerahan bagi para pemuda-pemudi di Sulsel khususnya di Makassar agar bagaimana bisa menjadi pemuda-pemudi yang tangguh dan kreatif dalam memberikan sumbangsih untuk daerah ini,” ungkap pria kelahiran Kajang Kabupaten Bulukumba, 21 Februari 1978 ini.(RS9/C)