RABU , 17 OKTOBER 2018

Catat Pola Makan Sehat Selama Puasa Menurut Ahli Gizi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 23 Mei 2018 15:45
Catat Pola Makan Sehat Selama Puasa Menurut Ahli Gizi

Ada sejumlah makanan dan minuman yang bisa dihindari saat berpuasa. (Istimewa)

RAKYATSULSEL.COM – Saat berbuka puasa, biasanya seseorang balas dendam menyantap semua makanan dan minuman yang terhidang di meja. Akibatnya nanti biasanya mengeluhkan berbagai macam penyakit karena terlalu banyak makan. Maka sebaiknya pilihlah makan dan minum secara bijak dengan tetap berprinsip pada gizi seimbang.

Ahli Gizi daru Universitas Indonesia (UI), Diah M Utari menjelaskan pola makan saat puasa sama dengan tidak puasa, secara umum tetap 3 kali makan. Namun, cara mengonsumsi makan sedikit berbeda.

“Ada sejumlah makanan dan minuman yang bisa dihindari saat berpuasa. Misalnya makanan tinggi lemak ketika berbuka,” kata Diah kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Makanan yang Wajib Dihindari

Hindari makanan tinggi lemak saat berbuka seperti misalnya kolak dengan santan yang kental atau gorengan, karena tubuh membutuhkan energi yang cukup tinggi untuk mencerna lemak. Padahal setelah berpuasa sekitar 13 jam energi tubuh kita sangat rendah.

“Sehingga jika berbuka dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak, justru membuat tubuh akan semakin lemas,” ujar Diah

Mengonsumsi makanan pedas atau asin saat sahur tidak dianjurkan. Karena membuat kita menjadi lebih mudah haus saat puasa. Mengonsumsi makanan asam saat berbuka juga tidak dianjurkan, karena merangsang pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Pada orang yang sensitif atau penderita maag, justru akan meningkatkan risiko muncul nya penyakit maag.

Maka sebaiknya, pola makan saat berpuasa harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Prinsipnya tetap berpedoman pada gizi seimbang. Seperti apa tahapannya?

Saat Berbuka

Mulailah berbuka dengan minuman manis secukupnya sehingga cepat memberikan energi untuk tubuh dan membuat tubuh cepat menjadi segar kembali. Gula atau sirup merupakan karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, sehingga dalam waktu sekitar 10 menit energi tubuh kita akan meningkat.

Saat berbuka ini, kita bisa minum 1-2 gelas air putih agar tubuh segera terhidrasi kembali. Ingat, cukup beberapa teguk air putih dulu, setelah itu bertahap.

Setelah Berbuka

Setelah berbuka dengan minuman manis dan camilan ringan (paling baik adalah kurma atau sup buah dan snack bergizi), maka jangan langsung mengonsumsi makanan porsi (makan besar). Beri jarak agar tubuh siap mencerna makanan kembali. Ibaratnya mesin, perlu pemanasan.

Setelah Tarawih

Setelah tubuh dirasa segar kembali, baru kita mulai mengonsumsi makanan besar, yaitu nasi (atau penggantinya) beserta lauk pauk, sayur dan buah. Terapkan gizi seimbang yaitu makanan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jika malam masih merasa belum kenyang, dapat mengonsumsi snack dan buah secukupnya.

Saat Sahur

Pola makan sama dengan saat malam yaitu nasi (atau penggantinya) beserta lauk pauk, sayur dan buah. Terapkan gizi seimbang yaitu makanan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

(ika/JPC)


div>