SELASA , 12 DESEMBER 2017

Catatan Simposium Quo Vadis Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 05 Oktober 2017 13:02
Catatan Simposium Quo Vadis Sulsel

int

MENCARI pemimpin Sulsel itu tak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa figur bakal calon gubernur yang telah mengikuti simposium Quo Vadis Sulsel, masing-masing, Andi Nurpati, Hj. Aliyah Mustika Ilham, Agus AN, Ni’matullah, Nurdin Abdullah dan Bro Rivai. Dari penampilan, semuanya sudah layak didapuk memangku Gubernur Sulsel setelah SYL.

Saya memyimak dengan seksama, satu per satu mereka menyampaikan gagasan. Ada yang menarik perhatiaan saya, yakni sosok Prof. Nurdin Abdullah dan sosok Ni’matullah. Saya memandang keduanya. Mereka tanpa beban. Isi kepala keduanya penuh gagasan brilian yang bisa menjadi solusi agar Sulsel terpicu maju. Melejit mencapai Sulsel yang ideal dan sejahtera.

Keduanya juga figur yang memiliki talenta. Bisa diandalkan dan layak dipercaya. Nurdin Abdullah, sosok akademisi yang mampu memanaje birokrasi pemerintahan dan tahu cara memanaje daerah agar maju ke arah zaman yang benar. Suka atau tak suka, referensi akan prestasi NA bisa ditengok ke Kabupaten Bantaeng. Sekarang, konon Bantaeng telah maju melampaui zamannya.

Saya hanya sekali bersalaman dengannya. Kemarin pun tak sempat salaman. Hanya ber-say hello saja.

Dengan Ni’matullah, yang juga sangat menarik perhatian itu, saya mengenalnya cukup dekat. Sebagai politisi, figur Ni’matullah juga mumpuni. Gagasannya soal persepsi otonomi daerah yang original, bisa menjadi pemicu Sulsel bangkit dan lebih maju lagi.

Satu-satunya mantan aktifis mahasiswa dan pemimpin Partai Politik yang mencuat di pusaran bakal calon Gubernur Sulsel.

Ni’matullah pemimpin Partai Politik yang handal dan dicintai oleh kader-kadernya. Terbukti, sejak keberadaan Demokrat 16 Tahun silam, Ni’matullah dengan tulus menjadi kader yang memanaje partai ini dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah.

Hingga, akhirnya ia memikul amanah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat, sekarang! Talentanya terbukti. Ia mampu bekerja sama dengan siapa saja.

Tengoklah harmonisasi di Demokrat Sulsel. Semua kader patuh dan loyal. Sebab Ni’matullah telah mengajarkan pentingnya loyalitas. Ia selalu mendorong kader agar jangan khianat pada kesepakatan. Ikuti proses dan mekanisme partai secara benar dan elegant!.

Kepada sahabat senior saya di partai dan di HMI dahulu, Hidayat Hafied, saya berbisik? “Andaikan NA berpasangan dengan Ni’matullah di Pilgub nanti, ada keyakinan saya, bahwa malaikat akan turun membantu mencapai kemenangan pada proses suksesi nanti!” Dia hanya tersenyum manggut-manggut!.

Inilah catatan yang saya bisa buat usai mengikuti simposium Quo Vadis Sulsel di Hotel Four Point Sheraton Makassar, 27 September 2017. Tak ada tendensi. Dari pada saya pulang tanpa catatan, pendapat pribadi ini saya unggah sebagai status FB saja.

Dan kepada semua calon, saya hanya bisa katakan, teruslah berjuang, jangan menyerah sebelum ada hasil. (*)


div>