KAMIS , 24 MEI 2018

Catatan Yang Tersisa Dari Kunker Kapolda Sulselbar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 22 September 2012 10:10
Catatan Yang Tersisa Dari Kunker Kapolda Sulselbar

int

Penulis: Lubis

Editor: Adam Djumadin

 

Tersedu, terbata-bata, dan sesekali terisak. Itulah pemandangan yang tidak biasa dalam sebuah acara peresmian, apalagi jika yang tersedu itu adalah seorang yang memikul tanda bintang yang berjumlah dua dipundaknya, yah.. seorang Jenderal di Institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Inspektur Jenderal Polisi Mudji Waluyo, dialah orangnya. Tak terhitung sosok berpangkat Jenderal ini menitikkan air mata saat menghadiri peresmian Gedung Pelayanan Sim dan Gedung Shabara, di Mapolres Pinrang, sekaligus penyematan nama jalan bagi salah seorang anggota Kepolisian yang berasal dari Kabupaten Pinrang, yang gugur karena tugas negara.

Orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) ini, tak kuasa menahan tangis tatkala menyebut nama seorang anggota Kepolisian yang bertugas di Detasemen Khusus Anti Teror 88 (Densus 88), yang gugur saat peristiwa baku tembak dengan teroris di Solo baru-baru ini.

“Saya berpangkat Jenderal Polisi yang dua tahun lagi akan pensiun. Kelak jika saya memenuhi panggilan Allah SWT, belum tentu jenazahku dimakamkan di TMP, seperti Briptu Anumerta Suherman,” ujar Mudji terbata-bata sembari menitikkan air mata.

Mudji sepertinya tidak kuasa menyembunyikan rasa kesedihan dan kehilangannya atas kepergian salah satu Putra terbaik Pinrang, Briptu Anumerta Suherman, yang gugur saat melakukan operasi memberantas teroris di Solo.

Pemuda asal Kampung yang tandus (gersang.red) di Padang Loang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang ini, dimata Mudji, adalah sosok Bintara Bhayangkara, yang memiliki nyali besar dan berani mengorbankan jiwa demi membela negara melawan teroris .

Dengan suara terputus-putus dan menahan tangis, sosok Kapolda Sulselbar ini, setiap menyebut nama almarhum Suherman, membuat hadirin termasuk Kakor  Brimob Polri, Irjen Polisi Syafei Aksal yang mewakili Kapolri, serta Bupati Pinrang, Aslam Patonangi dan jajaran anggota Muspida lainnya, ikut terhanyut dengan kesedihan dan bahkan menangis mengenang pemuda Pinrang, yang membawa harum Indonesia dan bahkan Internasional dalam melawan teroris.

Sesaat setelah pencapan tiang jalan yang mengabadikan nama Briptu Anumerta Suherman, sebagai bentuk penghargaan kepada pemuda pemberani ini, Mudji kembali terlihat tersedu.

“Teroris bukan saja musuh Indonesia, tapi secara global menjadi musuh Internasional, ” kata Mudji, sesaat setelah Kakor Brimob Polri Irjen Pol Syafei Aksal, menancapkan tiang dengan plakat nama Jalan Briptu Suherman, pada sebuah jalan yang panjang 2 km, yang dianugerahi Pemkab dan DPRD serta Masyarakat Pinrang atas jasa-jasanya.

Sambil memegang tiang setinggi tiga meter dengan nama Jalan Briptu Suherman, Kapolda Sulselbar,  Irjen Pol Mudji Waluyo, yang didampingi Bupati Aslam Patonangi, dan Irjen Pol Syafei Aksal, Mudji kembali mengeluarkan suara tersendat-sendat, ketika berbicara pada Ibu Briptu Anumerta Suherman.

“Bu… relakan anak Suherman memenuhi panggilan Allah SWT, dia gugur sebagai pahlawan yang membela negaranya,” kata Jenderal berbintang dua ini, yang lagi-lagi meneteskan air mata.

Mudji juga pada kesempatan ini menyampaikan, apresiasi tak ternilai harganya  kepada Masyarakat, Pemerintah Kabupaten, dan DPRD Pinrang, mulai dari proses memakaman, serta penghargaan dengan surat keputusan menetapkan Jalan lingkar,  menjadi Jalan Briptu Suherman.

“Ini tentunya untuk mengenang kalau ada pemuda Pinrang yakni Suherman, gugur dengan berani dalam baku tembak dengan teroris di Solo,” katanya.

Setelah acara presmian Gedung Palayanan SIM dan Gedung Shabara serta peresmian Jalan Briptu Suherman, Kakor Brimob yang mewakili Kapolri, bersama rombongan Kapolda, kemudian mengunjungi TMP Palia Pinrang, saat membaca doa dipusara makam Briptu Anumerta Suherman, lagi-lagi sosok Jenderal Polisi ini meneteskan airmata.

Bukan diacara itu saja, setiap menyampaikan kata sepatah kata, orang nomor satu di Kepolisian Sulselbar ini, tampil bagaikan seorang ayah yang baru saja kehilangan seorang anak.

Sebagai bentuk pengharaagn kepada Briptu Suherman, Mudji mengajak pemuda Pinrang, yang memiliki nyali dan keberanian seperti sosok Suherman, untuk mendaftar masuk calon Bhayangkara, dan dijamin lulus sepanjangan persyaratan calon itu memenuhi sesuai kebutuhan. “Saya sebagai Kapolda di daerah ini masih memiliki hak untuk menentukan calon Bintara,” ajaknya.

Air mata sang Jenderal kembali menetes, sesaat usai meletakkan batu pertama rumah type 70 yang dibangun DPD REI Sulsel, yang bekerja sama dengan Harian Fajar. rumah ini akan dirampungkan dua bulan kedepan, dan penyerahan rumah buat orang tua Suherman, akan diserahkan langsung Kapolri.

Briptu Anumerta Suherman, anggota Densus-88 anti teroris, tewas dalam baku tembak, dengan teroris di Solo, 31-Agustus-2012. Meski dalam kontak senjata dengan tereduga teroris Suherman tewas, namun almarhum masi sempat melumpuhkan dua teroris setelah dirinya tertembak lebih awal.

Selamat jalan Briptu Anumerta Suherman, selamat jalan kawan, selamat jalan Pahlawan… (*/D)


Tag
div>