RABU , 19 DESEMBER 2018

Cegah Bayi Dibuang, Penting Disosialisasikan Kesehatan Reproduksi

Reporter:

Azis Kuba

Editor:

Sabtu , 19 September 2015 18:21

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kasus penelantaran bayi terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan cukup mengalihkan perhatian warga Makassar, apa lagi ada kasus bayi di buang di toilet di salah satu Pusat Perbelanjaan terkenal, pada Senin (7/9/15) lalu.

Menanggapi hal ini Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan menekankan pentingnya sosialisasi dan akses pelayanan kesehatan reproduksi secara komprehensif. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah Kehamilan yang Tidak Diinginkan. Selain itu, PKBI juga mendesak agar pendidikan kesehatan reproduksi diberikan kepada masyarakat dalam pendidikan formal maupun non-formal.

Direktur Eksekutif PKBI Sulawesi Selatan Andi Iskandar Harun dalam siaran persnya, Sabtu (19/9/15) mengatakan, penelantaran bayi adalah salah satu dampak dari Kehamilan yang Tidak Diinginkan, akibat hubungan seksual tak aman. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan berupa edukasi kesehatan reproduksi dan kampanye keluarga bertanggung jawab.

“Edukasi kesehatan reproduksi sejak dini itu penting sebagai upaya pencegahan Kehamilan yang Tidak Diinginkan. Hal yang tidak kalah penting yaitu melakukan kampanye keluarga bertanggung jawab pada pasangan usia produktif. Artinya, untuk membentuk keluarga itu diperlukan perencanaan yang matang termasuk dalam hal memiliki anak,” ujar Iskandar.

Iskandar mengatakan, jika sudah terlanjur mengalami Kehamilan yang Tidak Diinginkan usahakan untuk tidak menjalaninya sendirian. Perempuan yang mengalami Kehamilan yang Tidak Diinginkan menghadapi situasi yang rentan. Bagi keluarga yang kurang mampu akan berat menghidupi keluarga dengan anak yang di luar perencanaan. Secara sosial, pasangan yang belum menikah akan mendapat tekanan dari masyarakat.

“Kalau sudah terjadi hal semacam itu, memicu tindakan penelantaran bayi, bahkan berpotensi melakukan aborsi yang tidak aman. Untuk itu perempuan yang mengalami Kehamilan yang Tidak Diinginkan perlu didampingi dalam mengonsultasikan kondisinya secara medis. Di sinilah peran penting dari pasangan dan keluarga, agar perempuan yang mengalami Kehamilan yang Tidak Diinginkan terlindungi dari perilaku-perilaku intervensi di luar medis,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah terkait sedapat mungkin menjadikan kasus demi kasus tersebutuntuk membuat kebijakan strategis dalam pencegahan dan penanganan Kehamilan yang Tidak Diinginkan, terkhusus bagi adanya unmeet need terhadap akses ke layanan keluarga berencana dan alat kontrasepsi.


Tag
  • bayi dibuang
  •  
    div>