SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Cegah HIV/AIDS, Ini Pesan Wabub Luwu Timur

Reporter:

Son Rahim

Editor:

Iskanto

Senin , 03 September 2018 17:15
Cegah HIV/AIDS, Ini Pesan Wabub Luwu Timur

Wabup Luwu Timur, Irwan saat memberikan sambutan pada saat pengukuhan Warga Peduli AIDS atau WPA

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 11 orang warga yang mewakili masing-masing Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur dikukuhkan menjadi pelopor peduli AIDS. Warga Peduli AIDS atau WPA ini dikukuhkan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam di Aula Hotel I LagaLigo Malili, Senin (3/9).

Selain dikukuhkan, para koordinator Kecamatan ini juga dibekali orientasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Luwu Timur. Dengan mengusung tema akselerasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pendekatan kapasitas dan partisipasi masyarakat menuju Luwu Timur Terkemuka.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, pola penularan HIV/AIDS saat ini masih disebabkan karena hubungan seksual ganti-ganti pasangan, transfusi darah yang tidak aman hingga penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, penanganan secara komprehensif perlu dilakukan tidak hanya Pemerintah dan kelompok tertentu lainnya, tapi pelibatan masyarakat sangat diharapkan.

“Penanggulangan HIV/AIDS dengan pelibatan masyarakat bisa lebih efektif dilakukan. Bahkan menurut saya, ini bisa jadi model nasional nantinya sebab baru Luwu Timur yang lakukan model penanggulangan HIV AIDS seperti ini,” kata Irwan.

Sementara di Kabupaten Luwu Timur, lanjut Irwan, data KPA dari Dinas Kesehatan, RSUD I Lagaligo, Puskesmas dan RS. PT. Vale tercatat 99 kasus HIV AIDS per Februari 2015. Bahkan jumlah ini diperkirakan terus meningkat. Oleh karena itu, salah satu langkah pencegahan melalui pelibatan masyarakat atau WPA yang diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus mematikan ini.

“Sekali lagi, pelibatan masyarakat atau WPA ini diharapkan berperan maksimal melakukan pendekatan preventif dan penyuluhan kepada masyarakat guna mencegah dan meminimalkan penyebaran virus HIV AIDS,” harapnya.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten ini juga mengatakan, Provinsi Sulawesi Selatan masuk 10 besar Provinsi terbanyak kasus HIV AIDS di Indonesia. Berdasarkan data, jumlah kasus HIV dan AIDS per Juni 2014 lalu sebanyak 8.204 kasus dan sudah menjangkau ibu rumah tangga dan anak.

Panitia Pelaksana KPA Luwu Timur, Isyadi Sofyan mengatakan, kegiatan pengukuhan dan orientasi WPA ini merupakan agenda program kerja KPA. Selama dua hari, peserta orientasi akan dibekali materi tentang penanggulangan HIV/AIDS. (*)


div>