SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Cegah Kebutaan Anak, Diskes Parepare Harap Pendampingan HKI

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 21 Maret 2017 14:18
Cegah Kebutaan Anak, Diskes Parepare Harap Pendampingan HKI

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muh. Yamin, mengatakan, berdasarkan penelitian bahwa 83 persen penyerapan informasi dalam proses belajar individu oleh anak, diperoleh melalui penglihatan. Sehingga, kata dia, upaya pemeliharan kesehatan indera penglihatan dan pencegahan kebutaan, menjadi satu hal yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Yamin menjelaskan, pencegahan penyebab dan konsekuensi kebutaan pada anak, sekiranya membutuhkan peran Helen Keller International (HKI). “Dengan membuat suatu model pendampingan pencegahan dan deteksi dini kebutaan pada anak, yang dapat dilakukan untuk masyarakat,” katanya.

Yamin mengungkapkan, dalam meminimalisir keterpaparan kesakitan mata, maka yang perlu dilakukan adalah maksimalisasi pelayanan primer dan lanjutan, yang ada di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun di rumah sakit, baik sumber daya manusianya maupun sumber pendanaannya.

Sementara, Government Coordinator Officer HKI Sulawesi Selatan, Andi Endang Sulastiawaty, memaparkan, sistem yang akan dibangun oleh HKI, terdiri dari empat bagian yaitu, peningkatan kapasitas SDM pada pelayanan kesehatan mata anak, penyebarluasan materi dan media pencegahan kebutaan pada anak, peningkatan sistem layanan kesehatan mata anak khususnya pada layanan optik dan refraksi, serta pelaksanaan advokasi, monitoring dan evaluasi pada bidang pencegahan kebutaan pada anak.

Dalam peningkatan kapasitas tersebut, kata dia, pihaknya akan melatih district trainer, yang nantinya yang akan menyebarluaskannya kepada para perawat dan bidan di Puskesmas, guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), tentang bagaimana melakukan skrining dan deteksi dini terhadap kebutaan anak.

“Pelatihan skrining yang akan dilakukan ada tiga yaitu, skrining penglihatan anak oleh perawat Puskesmas, skrining tajam penglihatan oleh guru UKS, dan skrining pupil putih untuk kader Posyandu,” pungkasnya. (Luki)


Tag
div>