SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Cegah Pelanggaran Pemilu, Panwaslu Jeneponto Gelar Rapat Koordinasi

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Selasa , 05 Juni 2018 19:45
Cegah Pelanggaran Pemilu, Panwaslu Jeneponto Gelar Rapat Koordinasi

Panwaslu Kabupaten Jeneponto saat menggelar Rapat Koordinasi Stakeholder Lingkup Kabupaten Jeneponto pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018, di Cafe The Premiere, Jalan Sungai Kelara, Kecamatan Kelara, Selasa (5/06).

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Koordinasi Stakeholder Lingkup Kabupaten Jeneponto pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018, di Cafe The Premiere, Jalan Sungai Kelara, Kecamatan Kelara, Selasa (5/06).

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai langkah – langka pencegahan pelanggaran Pemilu.

“Kegiatan kami ini sebagai langkah -langkah pencegahan pelanggaran Pemilu. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Jeneponto, Dandim 1425, Pemda Jeneponto, dan Masyarakat Jeneponto, karena dengan adanya kerja sama yang baik ini maka Jeneponto masuk kedalam daerah yang termasuk aman dalam menyelenggarakan Pilkada,” ungkapnya.

Pejabat sementara (Pjs) Kabupaten Jeneponto, Asmanto Baso Lewa, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Polres Jeneponto dan Dandim 1425 Jeneponto adalah orang – orang yang hebat dan punya komitmen.

“Kita berharap Kabupaten Jeneponto masuk dalam daerah penyelenggara di Indonesia dengan predikat terbaik. Tanda – tandanya sudah ada, saya bersama Panwaslu dan KPU selama ini telah mengawasi dan mensosialisasikan netralnya ASN,” katanya.

Bagi Asmanto, Jeneponto adalah satu – satunya kabupaten yang paling paham demokrasi. Walaupun sejumlah Paslon satu rumpun keluarga namun tetap untuk sama – sama mencalonkan kepala daerah.

“Jeneponto adalah satu – satunya Kabupaten yang menggelar Pilkada dan yang maju adalah Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD. Sehingga saya mengatakan bahwa masyarakat Jeneponto adalah yang paling paham demokrasi di Indonesia,” jelas dia.

“Semoga Jeneponto tetap aman sampai pada saat 27 Juni nanti, agar Pilkada Jeneponto dapat melahirkan pemimpin yang dapat membawa Jeneponto menjadi daerah yang maju. Terus terang saya tidak sepakat ketika Jeneponto dikatakan daerah tertinggal karena Jeneponto memiliki potensi alam yang hebat dan hasil bumi yang melimpah,” tutupnya.

Turut hadir pula Dandim 1425 Jeneponto, Letkol ARH Sugiri, Ketua KPU, Muh. Alwi, sejumlah DPC Parpol, sejumlah Pimpinan Ormas, Para Kapolsek, sejumlah ketuA PPK dan LO masing – masing Paslon. (*)


div>